Jakarta (ANTARA News) - Aktris Adinia Wirasti (21) mengaku pasrah tak bisa berbuat apa-apa ketika film yang dibintanginya "3 Hari Untuk Selamanya" harus disensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF). "Aku tidak bisa berbuat apa-apa, ya diterima saja. Padahal, maksudnya baik untuk berkarya," ujarnya di Jakarta, Selasa. Peraih penghargaan Aktris Pendukung Terbaik FFI 2005 lewat film "Tentang Dia" itu mengungkapkan ada delapan adegan yang harus dipotong oleh LSF, diantaranya lima potongan dalam adegan bercinta yang diperaninya dengan pemeran utama pria, Nicholas Saputra. "Sebenarnya yang penting kita berani untuk membuat karya, ini juga untuk Indonesia juga," ujarnya. Meski sempat kecewa, Adinia mengaku senang lantaran film produksi Miles Films Production pimpinan sineas Mira Lesmana dan disutradarai Riri Reza tersebut bisa tayang di sejumlah festival film internasional. "Untungnya kita juga punya kesempatan putar film di sejumlah festival di luar negeri yang bisa `full version`, jadi tanpa sensor sama sekali," ujar gadis yang akrab disapa dengan panggilan nama Asti itu. Film "3 Hari Untuk Selamanya" merupakan produksi ke delapan Miles Films Production yang diputar di empat kota mulai 8 Juni 2007. Karya sinematografi tersebut mengisahkan perjalanan dua saudara sepupu Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan mobil. Perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu satu hari, ternyata menjadi perjalanan tiga hari tak terlupakan. Sebelumnya, Asti dikenal dalam peran-peran sebagai gadis tomboi dalam film "Tentang Dia" dan "Ada Apa Dengan Cinta". Sementara itu, dalam film "3 Hari Untuk Selamanya" berperan sebagai gadis usia 19 tahun yang feminin. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007