PLN pasang SPLU sambut era kendaraan listrik

PLN pasang SPLU sambut era kendaraan listrik

Dokumentasi BMW Siap Hadirkan Mobil Listrik. Pengunjung melihat lebih dekat mobil Listrik BMW i3 seusai di perkenalkan kepada pengunjung diacara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) di ICE Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (18/8/2017). BMW Group Indonesia siap menghadirkan mobil plug-in hybrid electric Vehicle (PHEV) atau mobil listrik di Indonesia seandainya regulasi tentang mobil listrik diterapkan di Indonesia. (ANTARA /Muhammad Iqbal)

Bandung (ANTARA News) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memasang Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di berbagai wilayah di Indonesia, dalam menyambut era kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

"Hal ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk menjawab tantangan di masa depan. Saat ini kendaraan listrik sudah banyak bermunculan. Ini tak hanya hemat energi, tapi juga ramah lingkungan," ujar Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka dalam siaran persnya, Minggu.

Saat ini PLN sudah menyediakan 875 SPLU yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia. SPLU yang dikembangkan PLN sejak 2015 ini, dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan berbagai wilayah lainnya.

Untuk SPLU di Jakarta, sejak diluncurkan pada 4 Agustus 2016 sampai dengan akhir Juli 2017 telah terpasang di 542 titik. Keberadaan SPLU akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum.

Ia menargetkan, hingga akhir tahun 2017 PLN sudah memasang 1.000 unit SPLU khusus di Jakarta. Lokasi SPLU-SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci "SPLU PLN".

"Kami yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW," kata dia.

Menurutnya, inovasi PLN sebagai infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini, pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL).

Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik.

"Bisa melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan," kata dia.

SPLU ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu jenis hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan jenis standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri.

SPLU hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter. Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA.

"Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500-2.500 Watt," katanya.

Untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, PLN juga menerima pemasangan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi.

"Sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir," katanya.

Selain SPLU, PLN juga mulai menggunakan kendaraan listrik, seperti motor listrik, untuk petugas ULC (Unit Layanan Cepat). Motor listrik merupakaan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Kendaraan ini baru digunakan PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya).

"Selanjutnya, diharapkan dapat diterapkan di unit-unit pelayanan PLN lainnya karena sangat ramah lingkungan," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sampah di NTB jadi sumber energi pembangkit listrik PLN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar