KBRI Vientiane selenggarakan pameran dagang dan pariwisata

KBRI Vientiane selenggarakan pameran dagang dan pariwisata

Duta Besar RI untuk Laos Irmawan Wisnandar (kanan) mengajak Menteri Industri dan Perdagangan Laos Somchit Inthamith (kiri) melihat-lihat anjungan PT Pindad dalam Trade and Tourism Fair yang berlangsung di Vientiane Center Mall, Vientiane, Laos, 22-24 September 2017. (ANTARA/Yuni Arisandy)

Vientiane, Laos (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane menyelenggarakan kegiatan pameran dagang dan pariwisata "Trade and Tourism Fair (TTF) 2017" untuk memperingati 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Laos.

"Melalui kegiatan TTF ini kita ingin pamerkan kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Laos selama 60 tahun," kata Panitia Peringatan 60 Tahun RI-Laos, Wishnu Krisnamurthi, di Vientiane, Laos.

Kegiatan "Trade and Tourism Fair" (TTF) 2017 digelar di Vientiane Center Mall mulai 22 hingga 24 September. Kegiatan TTF itu bertujuan untuk menampilkan berbagai produk dan jasa unggulan Indonesia yang telah berhasil menembus pasar Laos. Selain itu, pameran TTF tersebut juga menampilkan perusahaan-perusahaan Indonesia dan Laos yang telah berhasil membangun kemitraan.

"Perusahaan tersebut memainkan peran besar dalam memperkuat kerja sama antarkedua bangsa. Selain pemerintah, mereka tentu adalah agen-agen utama yang seterusnya akan meningkatkan kerja sama di masa depan," kata Duta Besar RI untuk Laos Irmawan Wisnandar.

TTF 2017 menampilkan produk-produk industri dan budaya serta jasa perbankan dan pariwisata dari Indonesia dan Laos. Ajang tersebut terlaksana atas kerja sama KBRI Vientiane dan pemerintah Laos.

Beberapa perusahaan dari kedua negara yang ikut mensponsori acara TTF 2017, antara lain PT Pupuk Kujang Indonesia, Toyota Laothani, Silk Air, International Commercial Bank Lao PDR, Garuda Indonesia, Panorama Group Indonesia.

Menurut Duber RI, alasan utama KBRI Vientiane mengadakan TTF adalah untuk terus memperluas kerja sama dan kemitraan antarkomunitas bisnis Indonesia dan Laos dengan menciptakan kesempatan bagi para pebisnis kedua negara untuk bertemu dan membangun jejaring serta memanfaatkan berbagai potensi ekonomi di kedua negara.

"Saya berharap melalui ajang TTF ini, kita bisa menarik perhatian publik Laos, terutama komunitas bisnis Laos, untuk datang dan memperkuat kemitraan dengan para pebisnis Indonesia," ucap Irmawan.

Kegiatan TTF merupakan acara tahunan yang diadakan KBRI Vientiane, dan TTF tahun lalu berhasil mencatat total transaksi senilai Rp3,2 miliar. Selanjutnya, TTF tahun ini diharapkan dapat menarik sekitar 1.000 pengunjung.

Pewarta: Yuni Arisandy
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar