London (ANTARA News) - Istri bangsawan Inggris Lord Lucan, yang menghilang tanpa jejak 43 tahun silam setelah pembunuhan pengasuh anak-anaknya, ditemukan meninggal, demikian keterangan polisi London pada Rabu.

Misteri tentang apa yang terjadi pada Richard Lucan, seorang bangsawan tampan berkumis yang dikenal sebagai "Lucky", telah memukau masyarakat selama beberapa dasawarsa dan spekulasi tentang keberadaannya telah lama menjadi pembicaraan pokok pers Inggris.

Lord Lucan menghilang beberapa jam setelah pengasuh anaknya bernama Sandra Rivett ditemukan tewas dipukul di rumahnya di pusat London pada 1974. Mobil yang dia gunakan kemudian ditemukan di selatan pantai Inggris dengan pipa timah panjang.

Diduga bangsawan tersebut telah salah mengira pengasuhnya sebagai istrinya, Veronica, yang juga diserang dan melarikan diri ke sebuah bar terdekat sambil berlumuran darah. Dia kemudian menyatakan suaminya sebagai pelaku penyerangan.

Polisi mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah menemukan mayat Lady Lucan yang berusia 80 tahun, setelah memaksa masuk ke sebuah rumah di daerah kelas atas Belgravia di London.

"Kematian tersebut tidak dapat dijelaskan namun tidak diduga mencurigakan," kata polisi.

Selama bertahun-tahun, pers Inggris telah melaporkan penampakan Lord Lucan di seluruh dunia, termasuk di Australia, India, Belanda dan Afrika Selatan, namun kerabatnya percaya bahwa dia telah meninggal.

Pengadilan Tinggi London menyatakan dia meninggal pada 1999 dan tahun lalu seorang hakim mengeluarkan surat kematian yang memungkinkan anaknya George Bingham untuk mewarisi gelarnya.

"Pandangan pribadi saya sendiri, dan sebagai anak laki-laki berusia delapan tahun, adalah dia telah meninggal sejak saat itu (sejak menghilang)," ujar Bingham tahun lalu.

Salah satu dari banyak teori tentang apa yang terjadi pada Lucan, yang sekarang berusia 82 tahun, adalah bahwa dia menembak dirinya sendiri dan kemudian dia diberikan kepada harimau di kebun binatang temannya John Aspinall.

Aspinall sendiri mengatakan pada 2000 bahwa Lucan telah menenggelamkan dirinya di Selat Inggris, demikian dilaporkan Reuters.

(Uu.SYS/KR-DVI/G003)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2017