"Ayam ketawa" beroleh sertifikasi

"Ayam ketawa" beroleh sertifikasi

Dokumentasi pengunjung menyaksikan lomba ayam ketawa, di Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jabar, Minggu (28/9). Lomba yang diikuti ratusan peserta dari pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi tersebut untuk membantu melestarikan ayam ketawa sebagai warisan seni-budaya Indonesia, serta memperkenalkan ayam ketawa kepada publik. (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Makassar (ANTARA News) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan melakukan sertifikasi ayam ketawa sebagai kekayaan plasma nutfah daerah itu.

"Sertifikasi ayam ketawa ini sebagai upaya untuk melestarikan plasma nutfah asli Sulawesi Selatan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan, Abdul Azis, di sela peluncuran Sertifikasi Ayam Ketawa Sebagai Plasma Nutfah Sulsel di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu.

Sertifikasi itu, kata dia, juga dimaksudkan untuk memberi nilai tersendiri bagi jenis ayam tersebut, sehingga harganya bisa stabil tinggi di pasaran.

Ayam ketawa yang jantan perawakannya sangat mirip dengan ayam (Gallus domestica) pada umumnya, terkhusus gabungan antara ayam pelung dan ayam bangkok. Perawakannya cukup besar dan mantap, namun dia punya keiistimewaan pada suaranya yang mirip suara orang tertawa dalam sela waktu yang panjang dan berkali-kali.

Sementara Ketua Himpunan Pecinta Ayam Gagak Indonesia Sulawesi Selatan, Rasidin, mengatakan sumber hewan ternak ayam ketawa ini berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang.

Ia mengatakan jenis ayam ketawa ini bukanlah ayam aduan atau ayam penghias sangkar, tetapi merupakan ayam yang menjadi simbol status sosial di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Upaya promosi jenis ayam ketawa ini, kata dia, telah dilakukan sejak tahun 1997 hingga 2017 melalui berbagai kompetisi. "Dengan sertifikasi ini, plasma nutfah ayam ketawa Sulawesi Selatan tidak akan diaku-akui pihak lain," kata dia.

Pewarta: Nurhaya Panga
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar