Ratusan rumah di Labuhanbatu Utara terendam banjir

Ratusan rumah di Labuhanbatu Utara terendam banjir

Dokumentasi Banjir Di Ambon. Warga berupaya memindahkan material yang terbawa banjir akibat meluapnya Sungai Batu Merah, di kawasan Ahuru, Kecamatan Sirimau, Ambon, Maluku, Senin (17/7/2017). Selain bencana banjir, hujan deras yang mengguyur Kota Ambon sepanjang hari juga mengakibatkan tanah longsor di sejumlah lokasi. (ANTARA FOTO/izaac mulyawan) ()

Aekkanopan, Sumut (ANTARA News) - Ratusan rumah di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan yang melanda daerah itu dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu Utara, Yandri Suhadi yang dihubungi Minggu mengatakan, sebanyak 245 rumah terendam banjir di Kecamatan Kualuhhilir dan 120 rumah di Kecamatan Kualuhleidong.

"Sedangkan di Aekkanopan Timur Kecamatan Kualuhhulu, ada 150 rumah yang terendam, mengungsi 10 kepala keluarga. Ketinggian air antara 70-80 cm. Sumber air dari luapan Sungai Aekkanopan," katanya.

Komandan Pleton Tim Reaksi Cepat (Danton TRC) BPBD Herdianto menambahkan, banjir juga melanda Desa Sonomartani, serta Lingkungan Pulo Tarutung III dan Lingkungan Tanah Rendah Kelurahan Aekkanopan Kecamatan Kualuh Hulu.

Akibatnya, air menggenangi sekitar 300 rumah warga. Banjir juga meluas hingga ke Kecamatan Aeknatas.

"Setelah menangani banjir di Kualuh Hulu, kami sekarang menuju Kualuh Hilir dengan membawa tenda. Mereka ada yang sudah mengungsi," kata Herdianto.

Camat Kualuhilir H Abdul Fattah SSos saat mengatakan, banjir serupa pernah terjadi sekitar 3 tahun lalu.

Dikatakannya, banjir kali ini mengakibatkan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi.

"Ketinggian air lebih dari 1 meter," katanya.

Banjir tersebut juga melanda rumah dinas bupati dan wakil bupati Labuhanbatu Utara, pihak BPBD juga sudah mengirimkan sejumlah perahu karet di lokasi banjir seperti di Perumahan Tanjungsari dan Perumahan Bumi Asri.

Pewarta: Juraidi dan Sukardi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

China berada dalam tanggap darurat tertinggi kedua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar