KPK apresiasi polisi rilis sketsa penyerang Novel

KPK apresiasi polisi rilis sketsa penyerang Novel

Ketua KPK Agus Rahardjo (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Polda Metro Jaya yang telah meliris dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan Novel Baswedan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu.

"Tadi perkembangan sudah disampaikan, banyak masukan. Yang perlu kami apresiasi ada kemajuan yg cukup signifikan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Agus menyatakan bahwa sebenarnya pimpinan KPK sudah lama diminta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis untuk melaporkan perkembangan penyelidikan kasus penyerangan Novel itu.

"Sekitar dua sampai tiga minggu lalu tetapi selalu pimpinan tidak lengkap. Saya menunggu sampai pimpinan lengkap. Tapi tadi Pak Saut kebetulan juga sedang tugas ke luar kota tetapi saya pikir itu cukup," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menginginkan informasi perkembangan pengusutan kasus penyerangan Novel tidak hanya diketahui oleh pimpinan KPK saja.

"Oleh karena itu saya juga mengajak teman-teman yang biasa melakukan penyelidikan dan penyidikan di KPK untuk datang di forum itu apakah memberikan saran, masukan atau bahkan mengkritisi," ucap Agus.

Sebelumnya, pada Jumat (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB, empat pimpinan KPK menerima kedatangan Kapolda Metro Jaya bersama jajarannya.

"Jadi ada tim penyidik dan tim humas Polda Metro Jaya. Kami berdiskusi cukup panjang, dimulai dari penjelasan perkembangan penanganan proses penyelidikan dan investigasi dari penyerangan terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada April 2017," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam kesempatan sama.

Kepolisian Daerah Metro Jaya telah merilis dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu.

"Dari hasil keterangan saksi sudah mengarah 90 persen. Bahwa dua gambar itu diduga terlibat penyiraman saudara Novel," kata Idham.

Pihaknya pun sudah membentuk tim penyelidikan dan penyedikan dengan jumlah 167 orang lintas Polres, Polda, dan penyidik Mabes Polri.

"Kami juga dibantu Australian Federal Police. Kemudian kami juga dibantu oleh Pusnafis Mabes Polri karena beberapa CCTV yang ada di TKP yang kami kumpulkan membutuhkan kerja sama dengan pihak luar negeri," kata Idham.

Adapun pada skesta pertama yang ditampilkan kepada awak media pada saat konferensi pers itu, orang yang diduga terlibat penyerangan Novel itu merupakan pria dengan kulit gelap dan rambut pendek.

Kemudian pada sketsa kedua terlihat seorang pria dengan kulit putih dan rambut panjang.

Idham pun menyatakan dua sketsa wajah yang diduga terlibat penyerangan Novel itu itu didapat dari informasi dua saksi.

`Yang pertama, ini informasi yang kita dapat dari saksi S. Yang kedua, ini dapat dari saksi SN," ungkap Idham.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e).

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar