Tekad Hadi Tjahjanto teruskan perjuangan Jenderal Soedirman

Tekad Hadi Tjahjanto teruskan perjuangan Jenderal Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (ANTARA/Muhammad Adimaja)

Hampir setiap ada kegiatan saya selalu datang."
Yogyakarta (ANTARA News) - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto bertekad meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang profesional dan modern.

"Kami akan melanjutkan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman sekaligus membangun angkatan perang yang profesional dan modern," katanya, seusai berziarah di makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Semaki, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu.

Jenderal Soedirman, menurut dia, telah berjasa memberikan nilai-nilai dasar bagi para prajurit TNI dalam menegakkan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pesan-pesan yang sudah disampaikan oleh beliau dalam tulisannya akan saya laksanakan dalam rangka membangun TNI yang profesional dan modern," ujar Hadi.

Berziarah ke makam Jenderal Soedirman, dikemukakannya, telah diagendakan sejak awal sebelum memulai bertugas di Markas Besar (Mabes) TNI.

"Sudah niat saya sejak awal bahwa sebelum saya memulai kerja saya di Jakarta, di Mabes TNI, saya akan nyekar dulu ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman," katanya.

Saat Pertama kali mengemban tugas sebagai prajurit TNI pada 1982, ia menyatakan, melakukan napak tilas rute gerilya Jenderal Soedirman, sekaligus menyempatkan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara.

"Hampir setiap ada kegiatan saya selalu datang," ujarnya.

Selepas dari makam Jenderal Soedirman, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beranjak mengunjungi Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara (AU) di Ngoto, Kabupaten Bantul, DIY, yang merupakan tempat disemayamkannya dua jenazah pahlawan nasional Marsda TNI AU (Anumerta) Agustinus Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh.

(T.L007/B/I007/I007) 10-12-2017 13:55:27

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar