Polisi tangkap perakit senjata teroris

Polisi tangkap perakit senjata teroris

Petugas dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror menggiring terduga teroris saat akan diperiksa di Brimob Polda Sumatera Selatan di Bukit Besar, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (11/12/2017). Mereka menangkap lima terduga teroris di sejumlah wilayah, yaitu dua orang di Kabupaten Ogan Ilir, satu orang di Kabupaten Banyuasin, dan dua orang di Kabupaten Muara Enim. Kelima terduga teroris tersebut merupakan bagian dari kelompok Jamaah Anshorut Khilafah Jambi yang berhasil melarikan diri saat dilakukan upaya penangkapan pada Agustus 2017 di Jambi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Palembang (ANTARA News) - Tim Brimob Polda Sumatera Selatan bersama Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Indonesia berhasil mengamankan 12 orang terduga teroris dan perakit senjata api untuk teroris jaringan Sumatera.

"Awalnya tim mengamankan dua orang terduga teroris yakni Abdul Kodir alias Yazid (29), warga Gang Seroja, Dusun 5, dam Muhamad Suryadi (27), warga Dusun 2, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu (10/12) sekitar pukul 04.00 WIB," kata Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Zulkarnain Adinegara, di Palembang, Senin.

Ia menambahkan, "Kemudian dilakukan pengembangan hingga hari ini ada 12 orang terduga teroris yang sedang diperiksa secara intensif,".

"Selain sebagai pemasok senjata api rakitan, beberapa terduga teroris itu merupakan pelarian dari kelompok Jemaah Anshorut Khilafah yang pernah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror di Jambi pada Agustus 2017," katanya.

Adinegara menjelaskan, para terduga teroris itu diamakan dari beberapa lokasi yakni Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Muaraenim, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Polisi memeriksa secara intensif perakit senjata api dan terduga teroris itu di Markas Komando Brimob Polda Sumatera Selatan untuk pengembangan kasus itu. Jika terdapat bukti kuat keterlibatan dalam jaringan teroris akan segera ditingkatkan status hukumnya dari terperiksa menjadi tersangka.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar