Tiga orang tewas, puluhan ribu mengungsi akibat badai di Filipina

Tiga orang tewas, puluhan ribu mengungsi akibat badai di Filipina

Ilustrasi - Warga membereskan reruntuhan rumah mereka di sepanjang pinggir pantai desa Pigcale yang terkena Topan Melor di kota Legazpi, provinsi Albay, Filipina, Selasa (15/12/2017). (REUTERS/Rhaydz Barcia)

Tacloban (ANTARA News) - Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi dari rumah mereka akibat banjir saat Badai Tropis Kai-Tak melanda Filipina timur pada Sabtu (16/12) yang membuat aliran listrik terputus dan memicu tanah longsor.

Kai-Tak, membawa embusan angin hingga 110 kilometer per jam, menghantam pulau terbesar ketiga Samar di Filipina pada sore hari dan mengenai sebuah daerah yang hancur akibat Topan Topan Haiyan empat tahun lalu, kata dinas cuaca negara bagian tersebut.

Pejabat lokal melaporkan tiga orang tewas di pulau Leyte di dekatnya -- seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang tenggelam di Kota Mahaplag, seorang perempuan yang terkubur tanah longsor dan seorang lainnya yang jatuh ke dalam lubang banjir di Kota Ormoc.

Samar dan Leyte, dengan total jumlah penduduk sekitar 4,5 juta orang, telah tekena dampak Haiyan pada 2013, yang menyebabkan lebih dari 7.350 orang tewas atau hilang.

Sopir bus Felix Villaseran, istri dan keempat anaknya berlindung di rumah dua lantai mereka di Kota Leyte, Tacloban, bersama dengan 11 kerabat yang rumahnya terendam banjir karena hujan lebat, demikian seperti dilaporkan AFP.  (hs)

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar