Mumbai (ANTARA News) - Protes-protes mengacaukan bisnis di Mumbai, pusat finansial India, untuk hari kedua pada Rabu karena kaum Dalit, kasta lebih rendah, membakar bus-bus, merintangi lintasan kereta api dan menutup mal-mal setelah bentrok dengan kaum Hindu sayap kanan.

Polisi Mumbai menyarankan orang-orang menghindari sejumlah jalan utama dan persimpangan. Layanan kereta api, alat transportasi utama kota itu, terhenti sepanjang hari.

Seruan Dalit untuk melakukan mogok umum di seantero negara bagian Maharashtra, India barat, mengarah kepada aksi-aksi unjuk rasa yang relatif damai. Polisi mengatakan para pemerotes membakar sejumlah bus di sekitar negara bagian itu, sementara bus-bus dan mobil dirusak di Mumbai.

Dalit, yang kedudukannya berada paling bawah dalam hirarki kastA kuno India, menyerukan mogok sebagai protes terhadap serangan oleh kelompok-kelompok Hindu sayap kanan di kota Pune, 150 km dari Mumbai, pada Senin.

Serangan tersebut terjadi ketika komunitas itu merayakan ulang tahun ke-200 yang mereka menangkan, melawan bersama pasukan kolonial Inggris, menghadapi penguasa kasta lebih tinggi. Seorang pria berusia 28 tahun terbunuh dalam bentrokan-bentrokan, demikian pemerintah negara bagian.

"Pemerintah tidak menangkap para pelaku kekerasan di Pune. Para anggota kelompok Hindu memukuli orang-orang Dalit dan polisi hanya menonton dari jauh," kata pengunjuk rasa Sandep Kamble. "Kami menuntut penangkapan para pelaku."

Ribuan orang dari kaum Dalit melempar bebatuan dan menyebabkan kekacauan lalu lintas di Mumbai pada Selasa. Orang-orang Dalit telah dipandang sebelah mata oleh kaum Hindu kasta yang lebih tinggi selama berabad-abad, demikian Reuters.

(Uu.M016)

Pewarta: LKBN Antara
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018