Kalimantan Utara khawatir jadi tempat sembunyi teroris

Kalimantan Utara khawatir jadi tempat sembunyi teroris

Ilustrasi - Sejumlah anggota Densus 88 Polda Jawa Timur mengamankan barang bukti dari terduga teroris yang ditangkap di kawasan Lebak Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/6/2016). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Nunukan (ANTARA News) - Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia rawan dijadikan lokasi persembunyian oleh kelompok teroris dari dan ke Filipina, kata Kepala Kesatuan bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Utara Basiran.

Menurut Basiran, via telepon kepada Antara, kekhawatiran itu didasarkan kepada sangat banyaknya pintu masuk ilegal baik dari darat maupun laut yang dijadikan jalur masuk oleh siapa saja.

Penangkapan seorang pria bernama Reza Nurjamil (26) di Kabupaten Nunukan pada 31 Desember 2017 oleh Densus 88 yang diduga anggota jaringan terorisme, menurut Basiran patut dijadikan dasar mewaspadai mulai bangkitnya terorisme di daerahnya.

Reza Nurjamil dari kelompok Jaringan Anshorut Daulah (JAD) asal Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga ditugaskan menjadi agen pengiriman orang ke Filipina melalui Nunukan.

Basiran menilai, pengiriman orang tidak mungkin dlakukan sendiri tanpa bantuan orang lainnya sehingga tidak tertutup kemungkinan Reza dibantu orang lainnya yang diduga Basiran sulit dideteksi karenan telah berbaur dengan masyarakat.

Untuk mencegah Kalimantan Utara menjadi tempat persembunyian teroris dan rekrutmen lolak oleh kelompok teroris, provinsi ini terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat, tutup Basiran.

Pewarta: Muhammad Rusman
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar