Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian: stok beras nasional aman

Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian: stok beras nasional aman

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan, Prof. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Handout)

Jakarta (ANTARA News) - Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian menyatakan stok beras nasional aman.

Hal itu berdasarkan data prediksi total luas panen pada sembilan provinsi sentra produksi padi sepanjang Januari 2018 dan Februari 2018 yang akan datang masing-masing mencapai 576.509 ha dan 798.588 ha.

Sembilan provinsi sentra produksi tersebut adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Dengan luasan panen tersebut, menurut kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan, Prof. Dedi Nursyamsi, M.Agr, produksi beras pada Januari 2018 dan Februari 2018 masing-masing 2,0-juta ton dan 2,9-juta ton.

“Sembilan provinsi tersebut merupakan provinsi utama yang memasok beras-beras di kota besar Sumatera dan Jawa yang vital,” kata Dedi.

Angka tersebut belum termasuk stok Bulog tanggal 17 Januari 2018 sebesar 854.947 ton serta beras yang ada di jalur distribusi dan rumah tangga.

Prediksi tersebut juga belum termasuk produksi beras di 9 provinsi lainnya yaitu Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Dedi, bila kebutuhan beras nasional sebesar 2,3-juta ton per bulan, maka ketersediaan beras bulan Januari (produksi beras dan stok Bulog) seharusnya dapat mencukupi kebutunan beras nasional.

Demikian pula ketersediaan beras bulan Februari menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi daripada kebutuhan beras di bulan tersebut.

“Data ini dikeluarkan untuk melengkapi data yang dilaporkan petugas kami secara harian. Ternyata laporan produksi beras cukup dari petugas di lapangan benar adanya,” kata Dedi.

Angka yang dikeluarkan Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian tersebut diperoleh dengan metode analisis terhadap data dari aplikasi Sistem Informasi Monitoring Pertanaman Padi (Simotandi) edisi tanggal 24 Desember 2017—8 Januari 2018 yang berbasis citra Landsat 8.
Dedi mencontohkan di Sumsel pada Januari dan Februari 2018 akan panen 184.121 ton dan 117.408 ton beras.  

Prediksi luas panen Januari dihitung berdasarkan pantauan luas panen (50%) dan luas fase generatif 2 (50%), sementara prediksi luas panen Februari berdasarkan pantauan fase generatif 2 (50%) dan fase generatif 1 (100%).

Produksi beras dihitung dengan asumsi produktivitas rata-rata GKG setiap provinsi yang diperoleh dari BPS 2017 dan rendemen beras 62%. (dc)

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar