Warga Desa Ponteh Pamekasan melawan penyisiran oleh ormas LPI

Warga Desa Ponteh Pamekasan melawan penyisiran oleh ormas LPI

Dokumentasi Puluhan Laskar Pembela Islam (LPI) Bogor meneriakkan takbir saat sidang pembunuhan anggota LPI di Pengadilan Negeri, jalan Pengadilan, Kota Bogor, Jabar, Kamis (5/7/2012). Massa LPI menuntut pengadilan berlaku adil dalam memutuskan kasus pembunuhan anggota LPI oleh IR tersangka anggota kelompok bermotor pada awal Mei lalu. (FOTO ANTARA/Arif Firmansyah) ()

Sekitar lima orang dirawat di rumah sakit. Ada sebagian yang dirawat di rumah masing-masing. Ada yang patah tulang, bocor kepala, gigi rontok, dan luka-luka."
Pamekasan (ANTARA News) - Polres Pamekasan, Jawa Timur, mulai mengusut kasus bentrokan antara Laskar Pembela Islam (LPI) dan warga Desa Ponteh, saat ormas itu melakukan penyisiran tempat prostitusi di desa itu pada Jumat (19/1).

"Kami telah mengantongi sejumlah barang bukti dalam kasus bentrok antara ormas LPI dengan warga," ujar Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo di Pamekasan, Sabtu.

Polisi juga telah mengidentifikasi koordinator kedua belah pihak, baik dari LPI maupun warga.

Sejumlah anggota LPI dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrok dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan yang terjadi Jumat (19/1) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Sebanyak enam unit mobil LPI juga dirusak warga saat masuk tanpa izin ke rumah warga yang ditengarai sebagai tempat prostitusi di Kabupaten Pamekasan ini.

Warga melakukan perlawanan atas aksi yang dilakukan laskar berseragam dengan lambang LPI ini, karena mereka masuk ke rumah warga tanpa izin dan melakukan penggeledahan, sedangkan yang bersangkutan bukan pihak berwenang.

Sementara itu, Panglima LPI Madura Abd Aziz Muhammad Syahid mengatakan, aksi penyisiran yang dilakukan itu, karena pihaknya tidak ingin Kabupaten Pamekasan menjadi tempat maksiat.

Pamekasan, kata dia, merupakan kabupaten di Pulau Madura yang telah memiliki kebijakan politik dalam menerapkan syariat Islam melalui program gerakan pembangunan masyarakat Islami (gerbang salam).

"Maka hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam harus digusur dari Bumi Pamekasan ini," ujar Aziz.

Panglima Laskar yang juga pengasuh pondok pesantren di Pamekasan itu lebih lanjut menjelaskan, sebelum melakukan penyisiran, pihaknya telah meminta pemkab dan aparat penegak hukum melakukan penertiban berbagai jenis penyakit masyarakat yang ada di Pamekasan, akan tetapi tidak diindahkan.

Ia juga membenarkan mengenai adanya anggota laskar yang terluka dalam bentrok yang terjadi di rumah prostitusi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan yang terjadi Jumat (19/1) itu.

"Sekitar lima orang dirawat di rumah sakit. Ada sebagian yang dirawat di rumah masing-masing. Ada yang patah tulang, bocor kepala, gigi rontok, dan luka-luka," katanya.

Abd Aziz Muhammad Syahid lebih lanjut menjelaslan, selain menyebabkan anggota laskarnya luka-luka, kasus bentrok antara LPI dengan warga itu juga menyebabkan dua mobil yang digunakan LPI saat melakukan penyisiran tempat prostitusi juga dirusak massa.

"Terkait perusakan ini, kami masih akan melakuan upaya hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mapolres Pamekasan," ujarnya.

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar