Kemenhan: masyarakat waspadai pergerakan ISIS ke Indonesia

Kemenhan: masyarakat waspadai pergerakan ISIS ke Indonesia

Rumah dan bangunan rusak terlihat setelah pasukan pemerintah mengamankan wilayah dari kelompok militan pro-ISIS di dalam daerah yang hancur akibat perang di kota Marawi, bagian selatan Filipina, Minggu (22/10/2017). (REUTERS/Romeo Ranoco/cfo/17)

....Setahu saya mereka itu sistemnya gerilya. Indonesia bisa saja dimasuki."
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) meminta masyarakat untuk mewaspadai pergerakan kelompok teroris ISIS yang berpindah dari Filipina ke Indonesia.

"Kami meminta masyarakat mewaspadai `limpahan` Anggota ISIS ke Indonesia, seperti imbauan Pak Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu," ujar Kepala Bidang Pemberitaan Puskom Publik Kemenhan Kolonel Czi Heru Prayitno di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, saat ini kekuatan kelompok bersenjata afiliasi ISIS yang ada di Marawi, Filipina, terus melemah, akibat gempuran militer yang terus ditujukan pada pertahanan mereka.

"Ini membuat ISIS kemudian mencari tempat baru di Asia Tenggara. Setahu saya mereka itu sistemnya gerilya. Indonesia bisa saja dimasuki," kata Heru.

Apalagi, kata dia, negara-negara di Asia Tenggara penduduknya banyak yang beragama Islam. Hal ini bisa dimanfaatkan ISIS untuk bersembunyi di balik komunitas Islam yang ada di Asia Tenggara.

Menurut Heru, persoalan terorisme dan penyebarannya itu ditanggapi sangat serius oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, yang kemudian menyepakati sinergi "Our Eyes".

Kerja sama "Our Eyes" dilaksanakan Indonesia dengan menggandeng lima negara ASEAN lainnya, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura, yang bersepakat untuk melakukan pertukaran informasi strategis terkait kelompok teroris, radikal, dan ekstrimis.

"Semula Indonesia, Malaysia, dan Filipina sepakat untuk melaksanakan kerja sama trilateral dalam bidang pengamanan di kawasan utara Indonesia itu. Kemudian tiga negara, Singapura, Brunei, dan Thailland sudah bergabung dan jadi `Our Eyes`," ungkap Heru.

Heru menambahkan kesepakatan Our Eyes itu juga kemudian diminati Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea Selatan.

Pewarta: Agita Tarigan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Moeldoko: Status kewarganegaraan WNI eks ISIS perlu diverifikasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar