counter

Misi perdamaian PBB penting bagi Indonesia

Misi perdamaian PBB penting bagi Indonesia

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri baru Belanda Stef Blok menegaskan bahwa misi perdamaian PBB penting bagi Indonesia.

Menlu RI Retno Marsudi bertemu dengan Menlu Belanda Stef Blok disela-sela Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB (DK PBB) di New York, Amerika Serikat, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menlu RI juga menyampaikan apresiasi Indonesia atas Presidensi Belanda pada DK PBB untuk Maret 2018 yang difokuskan pada misi perdamaian PBB.

"Misi Perdamaian PBB merupakan satu isu penting bagi Indonesia mengingat Indonesia merupakan salah satu negara kontributor terbesar bagi Misi Perdamaian PBB," ujar Menlu Retno.

Pada pertemuan itu, Menlu Stef Blok menyampaikan rencananya untuk berkunjung ke Indonesia tahun ini.

Sebelumnya, Menlu Retno menyampaikan pandangan Indonesia dalam Debat Terbuka DK PBB bertema "Collective Action to Improve UN Peacekeeping Operations".

Menlu RI diberi kesempatan sebagai pembicara pertama setelah 15 negara anggota DK PBB berbicara.

Ada beberapa hal utama yang disampaikan Menlu RI dalam pidatonya mewakili pemerintah Indonesia di Debat Terbuka DK PBB, salah satunya mengenai pentingnya membuat terobosan baru dalam memastikan keamanan dan keselamatan para personel pasukan penjaga perdamaian PBB di lapangan.

Menurut Menlu RI, pasukan operasi perdamaian dan keamanan PBB harus mendapatkan pengembangan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Selanjutnya, Menlu RI meminta DK PBB untuk terus mendorong inovasi dalam pembelian peralatan untuk misi pemeliharaan perdamaian dan keamanan, termasuk penggunaan industri strategis dari negara berkembang.

Menlu Retno juga menegaskan pentingnya peningkatan kemitraan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan organisasi regional.

Debat terbuka itu diselenggarakan di bawah presidensi Belanda di Dewan Keamanan PBB. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres selaku pemapar. Sebanyak 13 pejabat setingkat menteri serta 69 negara anggota PBB ikut serta dalam debat terbuka itu.

Tema debat terbuka yang diusung Belanda dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya jumlah personil pasukan keamanan PBB yang menjadi korban dalam berbagai serangan dan ancaman kemananan terhadap misi PBB. Tercatat 57 korban selama 2017 dan merupakan jumlah terbesar selama dua dekade.

Selain itu, debat terbuka tersebut juga mencoba untuk membahas proses politik bagi penyelesaian konflik di berbagai Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengenal bangunan baru Sekretariat ASEAN

Komentar