counter

Indonesia bertahan di Grup II Piala Davis

Indonesia bertahan di Grup II Piala Davis

Petenis Indonesia David Agung Susanto mencoba mengembalikan bola kearah petenis Filipina Alberto Lim dalam partai keempat Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2018). David Agung kalah dengan skor 3-6 dan 4-6. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta (ANTARA News) - Tim tenis putra Indonesia berhasil bertahan di Grup II Zona Asia/Oseania Piala Davis, usai meraih hasil positif di laga "playoff" degradasi pada 7-8 April 2018 melawan Sri Lanka.

Menurut informasi di laman Piala Davis, selepas bermain imbang 1-1 di hari pertama, Indonesia memastikan nasibnya bertahan di Grup II dengan membungkus dua kemenangan di hari kedua.

Bermain di lapangan tanah liat di kota Colombo, Sri Lanka, tim Indonesia membukukan kemenangan dengan skor akhir 3-1 lewat kemenangan di ganda dan tunggal pada hari kedua ini.

Di ganda, pasangan Justin Barki/Christopher Rungkat mampu menundukan duet tuan rumah Sharmal Dissanayake/Harshana Godamanna dalam pertarungan dua set langsung 6-4, 6-3.

Christopher Rungkat yang bermain rangkap hari kedua ini, juga mampu memberikan kemenangan menentukan bagi tim Indonesia dalam pertarungan melelahkan tiga set 6-4, 4-6, 7-6(7).

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pelti, Rildo Ananda Anwar, yang dihubungi Antara, mengaku bangga atas capaian dan militansi tim Piala Davis dalam "playoff" kontra Sri Lanka ini.

"Mules perut saya melihat pertandingannya. Terimakasih pada tim dan Christopher, semangat mereka perlu dihargai terutama Christopher yang sebagai penentu di bawah teriknya udara di Kolombo. Teruskan perjuangan demi Indonesia untuk Indonesia insyaallah hasilnya akan terlihat di kemudian hari," kata Rildo.

Sementara itu, kapten tim Davis Indonesia, Feby Widhiyanto, menilai seluruh anggota tim bermain baik dalam laga "playoff" ini dan memberikan yang terbaik, terutama Christopher yang bermain rangkap.

"Dengan hari pertama imbang 1-1 kesempatan jadi 50:50, di ganda kita bisa ambil poin pertama, dan pertandingan penentuan Christopher cukup menegangkan, karena lawan ngotot gak mau nyerah dan sangat sulit dikalahkan," kata Feby dalam kiriman video Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti).

"Yang membanggakan, Christopher bisa main maksimal hari ini dengan main rangkap, dia bisa menunjukan bahwa dia bisa maksimal dan memberikan poin kemenangan pada Indonesia," katanya menambahkan.

Alasan rangkapnya Christopher dalam laga "playoff" hari kedua ini, dijelaskan Feby, karena dalam situasi yang cukup genting, tim membutuhkan pemain yang berpengalaman bermain di Piala Davis.

"Mudah-mudahan dengan Indonesia lawan Sri Lanka ini, Christopher menjadi penyemangat dan kita bisa serta mau mencetak pemain-pemain lagi seperti Christopher lainnya," ujar Feby lagi.

Dengan hasil ini, Indonesia berhak untuk kembali berlaga di Grup II Zona Asia/Oseania pada tahun 2019 mendatang sementara Sri Lanka harus terdegradasi ke Grup III.

Tim sendiri dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada Senin (9/4) esok dan mengikuti turnamen selanjutnya sebagai persiapan untuk turun di ajang akbar lainnya.

Sementara tim akan langsung bermain di Kejuaraan Nasional di Manado pekan depan, Christopher akan langsung terbang ke Taiwan untuk meneruskan turnya demi meningkatkan peringkat dunianya agar bisa terkualifikasi masuk turnamen Grand Slam.

Baca juga: Indonesia turunkan debutan sebagai tunggal kedua Piala Davis

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar