Jakarta (ANTARA News) - Begadang sudah tak asing lagi dilakukan oleh para pelajar menjelang ujian. 

Mereka rela menahan kantuk untuk membaca lagi materi pelajaran yang bakal dijadikan pertanyaan untuk ujian. Tak cuma begadang sampai tengah malam, kadang ada yang merelakan jam tidur.

Tahukah Anda bahwa cara itu sebenarnya tidak efektif untuk menghafal? 

Dokter spesialis saraf Gea Pandhita dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya menyarankan untuk mengulang-ulang bahan pelajaran sebelum tidur bila ingin menghafal sesuatu. Termasuk di antaranya bila mempersiapkan diri menjelang ujian hafalan seperti mata pelajaran sejarah. 

"Jangan begadang, justru setelah belajar kita harus tidur," kata Gea dalam media gathering "Mengenal Demensia" di Jakarta, Kamis.

Ini berkaitan dengan ingatan jangka panjang di mana kita bisa mengingat sesuatu bila diulang terus menerus. Ketika belajar, "akar-akar" dari sel saraf akan tumbuh sehingga semakin bercabang. 

"Saat tidur, pertumbuhan 'cabang'-nya optimal," ujar dia.

Sebaliknya, saat mempelajari hal-hal baru, misalnya bahan pelajaran yang belum diajarkan di kelas, Gea menyarankan untuk belajar pada subuh ketika baru terjaga.

Ketika baru bangun tidur, tubuh dan otak masih segar sehingga lebih mudah menyerap hal-hal baru.

Baca juga: Sedikit cemas bagus untuk ingatan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018