Jakarta (ANTARA News) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal DKI Jakarta Marwan Batubara meminta pihak yang menginginkan dirinya melepaskan jabatan karena kurang memerhatikan masalah Jakarta, agar jangan mau diperalat oleh pihak yang tidak jelas latar belakangnya. "Jangan mau diperalat oleh orang-orang yang tidak jelas latar belakangnnya," kata Marwan Batubara, di Jakarta, Senin, saat diminta tanggapannya mengenai adanya kritikan bahwa dia lebih senang mengurusi politik skala nasional. Sekelompok orang yang mengaku mahasiswa mengkritik Marwan karena lebih senang mengurusi masalah nasional dibanding masalah DKI Jakarta, tidak seperti anggota DPD asal DKI Jakarta lainnya. Marwan dikatakan belum terlihat kiprahnya dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat atau mendorong upaya peningkatan kesejahteraan rakyat Jakarta. Marwan mengatakan tidak khawatir terhadap kritik tersebut. Ia justru meminta pihak yang melayangkan petisi tidak percaya kepada dirinya untuk berhati-hati. Ia menduga ada pihak-pihak yang tidak senang dengan sikap kritisnya. Pihak yang tidak senang terhadap sikap kritisnya itu bisa jadi berada di balik mereka yang melayangkan petisi tidak percaya. Marwan siap bertemu dengan mereka yang mengaku mahasiswa tersebut untuk berdialog dan siap mengklarifikasi segala tindakannya selama ini. Marwan meminta pengkritknya tersebut memahami persoalan yang ada. Marwan mengatakan, ia juga memperjuangkan atau mengurusi masalah Jakarta seperti Kanal Banjir Timur atau UU DKI Jakarta, namun dia juga bisa memperjuangkan masalah nasional. Mengenai tuntutan agar dirinya mundur dari DPD, ia mengatakan, UU telah mengatur masalah tersebut dan ada ketentuan-ketentuannya.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007