counter

Menkominfo ajak masyarakat adukan konten terorisme

Menkominfo ajak masyarakat adukan konten terorisme

Menkominfo Rudiantara. (ANTARA /Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak masyarakat yang menemukan konten negatif meresahkan berkaitan dengan terorisme atau radikalisme mengadukannya antara lain melalui portal aduankonten.id dan Twitter @aduankonten.

Selain aduan kepada saluran tersebut, Rudiantara mengajak masyarakat mengajukan keberatan langsung kepada platform agar segera menurunkan konten yang dinilai tidak layak.

"Kalau perlu kita sama sama komplain ke penyelenggaranya. Kita ajukan keberatan kepada platform, apakah itu Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan sebagainya. Kita minta kontennya diturunkan," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan gambar, foto mau pun video korban aksi terorisme melalui media apa pun agar tidak menebar ketakutan.

Dampak penyebaran foto, gambar dan video terkait korban aksi terorisme, kata dia, seperti memberi oksigen pada tujuan aksi terorisme yang ingin membuat masyarakat ketakutan.

"Jangan buat anak-anak kita takut nantinya, karena itu yang diinginkan oleh yang membuat teror. Bangsa kita bukan bangsa penakut," ucap Rudiantara.

Rudiantara juga menegaskan pentingnya terus bekerja sama dan mendukung Kepolisian dalam penanganan terorisme.

Kominfo mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan teroris dan menyerukan kepada masyarakat luas agar tetap tenang, berhati-hati serta tetap meningkatkan kewaspadaan. Kominfo turut menyampaikan keprihatinan dan duka sedalam-dalamnya kepada segenap korban dan keluarganya.

Mabes Polri mengimbau masyarakat Indonesia tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan untuk beraktivitas seperti biasa terkait rentetan peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur.

Baca juga: Pelaku teror Surabaya-Sidoarjo satu jaringan

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengajak masyarakat tidak langsung percaya dan tidak menyebarkan informasi atau dokumentasi yang tidak sesuai fakta (hoaks) lantaran berpotensi menimbulkan hal negatif.

Baca juga: Menristekdikti nyatakan perguruan tinggi harus cegah penyebaran radikalisme
Baca juga: Basmi terorisme sampai ke akarnya, kata Presiden

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar