Vaksin ebola tiba saat wabah di Kongo

Vaksin ebola tiba saat wabah di Kongo

Petugas kesehatan melepaskan pakaian pelindung setelah mengunjungi barak isolasi rumah sakit Bikoro, yang menerima terduga kasus Ebola, di Bikoro, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (12/5/2018). (REUTERS/Jean Robert N'Kengo)

Kinshasa (ANTARA News) – Ribuan dosis vaksin Ebola tiba di Republik Demokratik (RD) Kongo, yang tengah menghadapi wabah virus mematikan tersebut, ungkap Kementerian Kesehatan. 

Otoritas Kongo mengumumkan wabah terjadi di wilayah barat laut dekat Congo-Brazzaville, Selasa (8/5), di mana tiga orang tewas akibat penyakit itu, menurut angka resmi.

Jumlah kasus yang dilaporkan ada sebanyak 42, termasuk dua kasus yang dikonfirmasi, menurut perhitungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Sebanyak 5.400 dosis vaksin sudah datang dari Jenewa pagi ini,” ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan Jessica Ilunga. 

Vaksin tersebut akan disimpan di Kinshasa sampai jaringan transportasi berpendingin dipastikan ada.

WHO mengatakan, risiko penyebaran penyakit itu cukup tinggi dan mengumumkan pihaknya sedang menyiapkan skenario kasus terburuk.

Baca juga: WHO berharap gunakan vaksin ebola atasi wabah di Kongo

Kepala eksekutif Doktor Tedros Adhanom Ghebreyesus mengunjungi daerah Bikoro yang terkena dampak pada akhir pekan lalu, dan berharap ada cara yang lebih baik untuk mengatasi wabah terbaru di RD Kongo.

Oxfam mengumumkan bahwa mereka telah menyediakan dana awal sebesar 68.000 dolar Amerika (sekitar Rp956,7 juta) untuk memerangi penyebaran penyakit itu.

Ebola adalah salah satu penyakit paling terkenal di dunia, yang sangat menular dan mematikan.

Wabah Ebola terburuk yang pernah terjadi pada Desember 2013 di Guinea selatan sebelum menyebar ke negara-negara tetangga di Afrika barat, Liberia dan Sierra Leone, menewaskan lebih dari 11.300 orang dari hampir 29.000 kasus yang terdaftar. Demikian dikutip Kantor Berita AFP.

Baca juga: Nigeria perketat bandara pasca-wabah ebola di Kongo

Penerjemah: Sella Panduarsa Gareta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar