Pameran karya perempuan fotografer Indonesia di Paris

Pameran karya perempuan fotografer Indonesia di Paris

Perempuan fotografer Indonesia asal Bengkulu, Tenny Schneider, di tengah karya-karyanya. Sebanyak 38 foto Tenny, yang bermukim di Paris, Prancis, di pamerkan di Christian Bailly, Balai Kota Paris Distrik 1, di kawasan Museum Louvre hingga 26 Mei 2018. (ANTARA News)

Foto-foto saya banyak sekali mendapatkan pujian dari pengunjung ..."
London (ANTARA News) - Sebanyak 38 foto karya perempuan fotographer dari Indonesia yang bermukim di Paris, Prancis, Tenny Schneider, berhasil mencuri perhatian publik yang di pajang di ruang pameran Christian Bailly, Balai Kota Paris, di kawasan Museum Louvre.

Sejak pembukaan acara Festival Keanekaragaman Budaya ke-10 yang digelar oleh Kotamadya Distrik 1 Paris,karya foto Tenny Schneider tidak saja mencuri perhatian publik, tetapi juga banyak yang ingin memilikinya, kata panitia pameran Sita Phulpin kepada ANTARA News, Minggu.

Beragam karya foto Tenny, yang asal Bengkulu, didominasi oleh kehidupan manusia, hanya satu dua foto yang menampilkan pemandangan alam Indonesia.

Namun, sejumlah pihak menilai di situlah kekuatan Tenny sebagai seorang fotografer. Foto-fotonya sangat berkarakter. Ekspresi wajah orang-orang yang menjadi obyeknya tampil secara kuat.

Melalui wajah-wajah dengan latar rumah atau tempat mereka beraktivitas sehari-hari, Tenny berhasil bercerita tentang Indonesia yang sesungguhnya.

Kepolosan dan keceriaan anak-anak yang tengah bermain atau guratan-guratan bijaksana tempaan pengalaman hidup di wajah orang-orang tua terekam dengan baik dalam foto-foto karya Tenny.

Sejumlah pengunjung bahkan ada yang menyatakan sangat tersentuh, dan sampai menitikkan airmata terharu melihat karya foto Tenny, terutama dengan profil wanita tua yang hidup dalam kesederhanaan dan tetap harus bekerja mencari nafkah di usia senja.

"Foto-foto saya banyak sekali mendapatkan pujian dari pengunjung dan mendapatkan tawaran untuk melakukan pameran di negara lain, salah satunya Kolombia dan India. Juga banyak tawaran kerja sama," ujar Tenny kepada ANTARA News.

Salah satu foto Tenny yang menetap di Bern, Switzerland, adalah Borobudur memancarkan suasana pagi yang banyak dinilai penontonnya bernilai magis.

Foto itu menuai banyak pujian, bahkan tawaran kerja sama dari beberapa fotografer profesional Prancis ingin menyempatkan diri datang ke Borobudur menikmati dan mengabadikan momentum serupa.

Tenny Schneider, yang biasa disapa Makcik oleh rekan kerjanya, sering memburu foto ke berbagai wilayah, bahkan ke Afrika dan India, sebelumnya ia bersama rekannya pelukis Ronnie Jiang (40) berdomisili di Paris, Prancis, ikut pameran di gedung pameran di Chelsea College of Arts, London, Kerajaan Inggris.

Di sana juga menampilan karya footo seni seorang perempuan Yakuza untuk pameran di London, dan merupakan pengalaman pertama kali dan sangat bangga sebagai seorang fotografer bisa menampilkan karyanya di pameran yang cukup bergengsi itu, demikian Tenny Schneider.

Acara seni Indonesia seperti tari-tarian dan fashion show kain tenun Sumba dan payung tradisional Indonesia dalam festival di Balai Kota Paris Distrik 1 itu berakhir Sabtu (19/5), namun masyarakat Paris maupun para turis dari berbagai negara masih bisa mengenal Indonesia melalui pameran foto hingga 26 Mei 2018.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar