Lebaran 2018

Sampah kotori jalan jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Sampah kotori jalan jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Sampah mengotori salah satu pantai di area wisata Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Foto diambil Sabtu (16/6/2018). (ANTARA/Rahmad Nasution)

Cilegon, Banten (ANTARA News) - Sampah plastik aneka produk makanan dan minuman berserakan di banyak ruas jalan sepanjang jalur wisata Anyer-Karang Bolong-Carita-Tanjung Lesung, Provinsi Banten, akibat rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Antara yang terjebak kemacetan parah dalam perjalanan pulang dari kawasan wisata Tanjung Lesung ke Cilegon, Minggu (17/6), mendapati sampah plastik dan "styrofoam" wadah mie instan berserakan di banyak titik bahu dan badan jalan Karang Bolong-Anyer.

Sampah-sampah plastik serta "styrofoam" wadah mie instan tersebut dibuang sejumlah penumpang mobil pribadi dan bus seusai mengonsumsi makanan dan minuman yang mereka bawa maupun yang mereka beli dari pedagang-pedagang kecil di pinggir jalan jalur wisata itu.

Kondisi kotor akibat berseraknya sampah di bahu dan badan jalan itu juga dijumpai di banyak area pantai yang dikomersialkan warga setempat di sepanjang jalur wisata bahari andalan Provinsi Banten yang berada di daerah Kabupaten Serang dan Pandeglang tersebut.

Di Pantai Bandulu, Anyer, misalnya, aneka sampah plastik, bekas wadah mie instan dan botol minuman berserakan di area pantai maupun parkir mobil pribadi dan bus.

Saat Antara mengunjungi pantai berbayar yang dilengkapi area parkir yang luas dan lebih dari 100 kios makanan dan pakaian ini, tak terlihat petugas kebersihan bekerja memunguti atau menyapu sampah- sampah yang berserakan.

Di area wisata pantai itu, tak mudah menemukan tong-tong sampah sehingga sejumlah wisatawan membuang begitu saja sampah plastik produk makanan dan minuman mereka ke pasir pantai yang berada di bawah saung tempat mereka duduk.

Baca juga: Wisatawan Pantai Anyer diminta waspadai bulu babi

Kebiasaan buruk banyak warga yang membuang sampah plastik sembarangan di kawasan wisata dan ruang publik ini membuat gusar banyak pihak.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bahkan mengampanyekan "mudik asyik tanpa sampah" dengan meninjau beberapa "rest area" jalan tol Jakarta-Cikampek pada 13 Juni lalu untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah para pemudik.

"Perlu ada kampanye di ruang publik juga untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengurangi sampah plastik," kata menteri dalam pernyataan persnya.

Memasuki hari ketiga Lebaran, Minggu (17/6), kawasan wisata pantai Anyer-Karang Bolong-Carita-Tanjung Lesung dipadati wisatawan asal Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan daerah-daerah di sekitar Kabupatean Serang dan Pandeglang , Provinsi Banten.

Mereka memadati puluhan destinasi pantai yang ada di sepanjang 105 kilometer jalur wisata andalan Banten itu.

Akibatnya, mereka yang umumnya datang dengan mobil pribadi, bus pariwisata dan bus umum antarkota-antarprovinsi, serta sepada motor itu terjebak kemacetan parah hingga belasan kilometer di jalan nasional sepanjang 105 kilometer tersebut.

Akibatnya, waktu tempuh antara Cilegon-Tanjung Lesung mencapai delapan jam. Dalam kondisi lalu lintas normal, jarak tempuh Cilegon-Tanjung Lesung adalah sekitar 2,5 jam.

Baca juga: Wisatawan terjebak kemacetan parah di Anyer-Carita

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar