Arus Mudik

Arus mudik di Bandara Minangkabau masih tinggi pada H+2

Arus mudik di Bandara Minangkabau masih tinggi pada H+2

Penumpang pesawat udara mengemasi barang bagasi mereka setibanya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Kamis (7/6/2018). PT Angkasa Pura II memperkirakan pergerakan pesawat pada saat arus mudik mulai H-7 hingga H+7 di BIM mencapai 60 penerbangan per hari, dengan perkiraan puncak arus mudik jatuh pada H-3. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Padang Pariaman, Sumbar (ANTARA News) - Hingga dua hari setelah Lebaran pada H+2 atau Senin 18 Juni 2018 arus mudik di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat masih tetap tinggi.

"Sampai (Senin) kemarin kedatangan penumpang masih ramai, lebih banyak yang datang ketimbang pemudik yang balik," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Selasa.

Ia menyebutkan pada H+2 jumlah pemudik yang tiba mencapai 7.485 orang sementara yang balik sebanyak 6.788 diangkut 44 penerbangan.

Sementara sehari sebelumnya pada H+1 jumlah pemudik yang tiba mencapai 6.344 pemudik dan yang berangkat sebanyak 5.900 orang.

Menurut dia salah satu tradisi orang Minang adalah pulang kampung saat Lebaran dan ternyata banyak juga yang memilih berangkatnya beberapa hari setelah Hari Raya.

"Tren kedatangan penumpang ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir minggu ini apalagi libur Lebaran masih akan berlangsung sampau 20 Juni 2018 dan ada yang menambah cuti dua hari hingga akhir pekan," ujarnya.

Fendrick menyebutkan total penumpang yang tiba dan berangkat sejak H-8 hingga H+2 sebanyak 90.044 orang atau naik 10,28 persen dibandingkan periode 2017.

Selanjutnya total penumpang yang berangkat sampai 18 Juni 2018 adalah 62.530 orang dengan kenaikan dari tahun 2016 di periode yang sama 12,02 persen, ujar dia.

Ia menyampaikan total keseluruhan pergerakan penumpang dan pesawat udara di Bandara Internasional Minangkabau pada dari H-8 hingga H+2 sebanyak 161.574 orang atau naik 10,95 persen dibanding 2017.

Sebelumnya Kantor Otoritas Bandara wilayah VI menyampaikan tarif tertinggi atau batas atas tiket pesawat udara untuk rute Jakarta- Padang kategori maskapai dengan pelayanan penuh sebesar Rp2 juta.

"Menyambut arus mudik kami perlu mempublikasikan tarif batas atas tiket pesawat udara untuk mengedukasi masyarakat dan mengantisipasi terjadinya penjualan di luar batas kewajaran," kata Kepala Kantor Otoritas Bandara wilayah VI Padang Agus Subagyo.

Menurut dia maskapai yang masuk dalam kategori pelayanan penuh adalah Garuda Indonesia dan Batik Air dengan tarif batas atas untuk rute Jakarta-Padang adalah Rp1,9 juta dengan jarak tempuh 937 kilometer.

Kemudian untuk maskapai dengan kategori no frill service atau berbiaya murah tarif batas atas untuk rute Padang-Jakarta sebesar Rp1,7 juta dan batas bawah Rp1,6 juta.

"Yang masuk kategori ini adalah Lion Air, Express Air, Wings Air dan Citilink," kata dia.

Kemudian untuk rute Padang -Bandung tarif batas atas Rp1,6 juta, Padang-Batam Rp1 juta, Padang-Palembang Rp1,2 juta, Padang-Pekanbaru Rp640 ribu, dan Padang-Kualanamu Rp1,2 juta.

Ia mengatakan penetapan tarif tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan yang di lingkungan moda udara sudah ditetapkan.

Jadi kalau pemudik mendapatkan harga di atas ketetapan berarti itu tidak wajar, kata dia.

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tempuh waktu belasan jam 178 perantau Minang tiba di Sumbar

Komentar