Bangga ajarkan bahasa Indonesia di Rusia

Bangga ajarkan bahasa Indonesia di Rusia

Ilustrasi - Siswa-siswi Sekolah Dasar Musik Star City, Moscow region berlatih gamelan di KBRI Moskow. (istimewa)

Moskow (ANTARA News) - Giri Maulana, di usianya yang tergolong muda yakni baru 29 tahun, namun ia telah memiliki beragam aktivitas serta prestasi di Rusia dan yang paling dibanggakannya mengajar bahasa Indonesia.

"Itu yang sangat saya banggakan, karena saya berkontribusi untuk negara dalam hal diplomasi budaya melalui bahasa," kata lulusan S2 Master of Art dari High School of Economics, Moskow, Rusia, dihubungi di Moskow, Minggu.

Giri datang ke Rusia sebagai guru di sekolah Indonesia Moskow, sebagai guru seni musik, rupa, tari dan IT.

"IT-nya tentang web design. Coding, dan animasi. Sempat menjadi wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana ketika usia 27 tahun, dan memanfaatkan waktu di sini untuk meraih master saya," kata dia.

Pengajar di High School of Economics Moscow, Rusia itu sudah tinggal di negeri Beruang Merah selama 3,5 tahun. Beberapa hal yang dilakukan yakni mengharumkan nama Indonesia dengan berdiplomasi budaya mengajarkan angklung dan kulintang kepada orang Rusia.

"Dengan mengajarkan bahasa Indonesia, secara tidak langsung negara kita akan semakin dikenal," kata dia.

Kemudian, mengenalkan lagu tradisional Indonesia dalam festival internasional di Moskow. Juga menjadi salah satu "talented Youth Educator" di Moskow yang diselenggarakan oleh MELTA (Moscow Engish Language Teacher Assotiation).

"Saya juga dua kali menjadi pembicara di konferensi yang diadakan oleh Academy of Public Adminstration dengan judul `Islam: Religion of Peace fot the Modern World` dan `Plurality as ad Piliar of Harmony and Tolerance in Indonesia`," kata dia.

Suami dari Shabrina Adani dan ayah dari Rion Alhazen Giriyevich ini berharap Indonesia dapat terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia, karena Rusia memiliki potensi besar dan negara tersebut sudah melirik ASEAN.

Ia juga berkeinginan bahasa Indonesia bisa menjadi alternatif bahasa selain bahasa Inggris, karena populasi masyarakat Indonesia besar dan bahasanya mudah dipelajari.

Giri yang lahir di Bone, Sulsel itu menjelaskan akhir bulan ini pulang ke Indonesia, karena kontrak mengajar sudah selesai. Ia pun akan meneruskan kariernya sebagai pendidik di Tanah Air.

Baca juga: KBRI Moskow gelar festival kuliner di Rusia
Baca juga: WNI dan awak media peliput Piala Dunia sholat Ied di KBRI Moskow
Baca juga: Pelajar DKI terbaik ketiga pada Olimpiade Iptek Moskow

 

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar