Dhaka, Bangladesh (ANTARA News) - Seperti biasa, penggemar sepak bola di seluruh Bangladesh mengibarkan bendera dan berteriak penuh gairah buat tim unggulan mereka, dan nyaris tak ada rumah yang tidak mengibarkan bendera tim dukungan mereka.

Negara Asia Selatan itu bukan peserta dalam pertandingan Piala Dunia FIFA 2018, tapi turnamen olah raga yang paling banyak ditonton di dunia tersebut menarik sangat banyak pendukung sepak bola dari 160 juta warga Bangladesh, terutama selama pertandingan babak gugur.

Warga Bangadesh, yang merupakan penggemar sepak bola, tergila-gila selama Piala Dunia dan pendukung Argentina serta Brazil bahkan sempat baku-hantam di jalan. Sementara itu ketegangan meningkat saat makin banyak tim berguguran saat pertandingan mendekati babak perempat final.

Dua raksasa Amerika memiliki tingkat dukungan penggemar fanatik di Bangladesh, tempat selama pertandingan, bendera Argentina dan Brazil dapat dilihat di mana-mana.

Pertandingan 2018 di Rusia tak ada bedanya; sebagian penggemar yang mabuk mengakibatkan kecelakaan dan cedera.

Seorang penggemar muda Argentina meninggal setelah jatuh dari pohon saat memasang bendera Argentina di Kabupaten Lalmonirhat di bagian barat-laut negeri tersebut pada 26 Juni.

Dalam kecelakaan lain, penggemar Argentina meninggal akibat serangan jantung saat merayakan kemenangan timnya atas Nigeria di Kabupaten Rajshahi di Bangladesh Barat, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Kisah tragis semacam itu disiarkan hampir setiap hari di surat kabar lokal.

Satu tragedi lain yang disiarkan ialah seorang remaja meninggal akibat tersengat listrik sewaktu ia berusaha memasang bendera Argentina di satu atap rumah. Dua orang lagi juga dilaporkan cedera saat mereka berusaha menyelamatkan remaja laki-laki itu.

Beberapa kematian lain yang berkaitan dengan Piala Dunia dan akibat sengatan listrik telah dilaporkan.

Juga ada laporan mengenai pecahnya perkelahian dan kejar-kejaran serta beberapa penggemar lokal telah ditahan di Bangladesh oleh polisi sejak 14 Juni.

Di antara kasus yang lebih mengerikan baru-baru ini ialah satu dakwaan upaya pembunuhan diajukan terhadap delapan orang Bangladesh yang mendukung Brazil. Mereka didakwa melakukan serangan dengan menggunakan golok terhadap seorang warga lokal yang mendukung Argentina bersama pasangannya.

Peristiwa tersebut terjadi di Khulna, yang berada sekitar 180 kilometer di sebelah barat-daya Ibu Kota Bangladesh, Dhaka, kata Xinhua.

Kazi Mostak Ahmed, seorang pejabat senior polisi, mengatakan beberapa pendukung Argentina yang membawa golok dan pendukung Brazil bentrok setelah pertandingan pertama Argentina, yang berakhir seri.

Ia mengatakan orang yang mendukung Argentina mengolok-olok pendukung Brazil, setelah pertandingan Argentina sehari sebelumnya berakhir seri.

Hasil lain Piala Dunia telah mengakibatkan peristiwa serupa, kata Ahmed, yang menambahkan telah terjadi bentrokan di beberapa bagian lain Bangladesh sejak Piala Dunia dimulai.

Di Ibu Kota Bangladesh, demam sepak bolah juga tersebar.

Mahasiswa di universitas terkenal di Dhaka sekarang tampaknya lebih sibuk memusatkan perhatian pada urusan Piala Dunia ketimbang dengan pelajaran mereka.

Seperti dengan pertandingan sebelumnya, ruang Dhaka University dipenuhi warga Piala Dunia. Bendera raksasa tim yang ikut dalam Piala Dunia dan gambar pemain andalan mereka dipasang di seluruh kampus universitas itu, demikian Xinhua melaporkan.

(Uu.C003)

Pewarta: Chaidar Abdullah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2018