Pembagian tas belanja untuk kurangi sampah plastik

Pembagian tas belanja untuk kurangi sampah plastik

Sejumlah aktivis Walhi melakukan aksi 1001aksi untuk bumi mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (6/3/2018). Dalam aksinya Walhi menyuarakan puasa plastik untuk bumi dan sampah plastik bisa mencemarkan bumi dan mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk belanja. Gunakanlah tas-tas yang bisa dipakai ulang, plastik boleh tapi bukan yang sekali pakai
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membagikan 2.000 tas belanja yang bisa dipakai berulang kali di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Jumat, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Tas yang dibagikan kepada pengunjung pasar berupa tas anyaman purun. Anyaman ini terbuat dari tanaman sejenis rumput yang hidup di rawa-rawa dan selama ini biasa digunakan masyarakat di Kalimantan.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karliansyah bersama jajarannya membagikan tas anyaman tersebut kepada pengunjung Pasar Santa di Jakarta Selatan.

"Pakai tas ini ya bu, jangan gunakan kantong plastik lagi," katanya saat memberikan tas anyaman kepada salah seorang pengunjung Pasar Santa.

Kegiatan yang sama juga dilakukan di Pasar Jambul Jakarta Timur dan Pasar Tebet. Tujuannya mengkampanyekan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk belanja. Gunakanlah tas-tas yang bisa dipakai ulang, plastik boleh tapi bukan yang sekali pakai," kata dia.

Harapannya dari kampanye tersebut masyarakat sadar bahwa sampah tidak hanya bermasalah untuk dirinya tapi juga untuk keluarga, lingkungan dan generasi yang akan datang.

Baca juga: Bank Dunia diharapkan dukung indonesia perangi sampah plastik

Santi, seorang pengunjung Pasar Santa mengatakan sudah biasa membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

"Ya memang bawa sendiri kantong belanja," kata Santi yang mengaku tahu bahwa kantong plastik dapat mencemari lingkungan karena sulit terurai.

Sebagian besar pembeli di Pasar Santa masih memakai kantong plastik untuk membawa belanjaannya.

Namun Kepala Pasar Santa Ahmad Subhan mengatakan, sebagian besar yang berbelanja di Pasar Santa merupakan masyarakat kalangan menengah ke atas sehingga mereka memiliki kesadaran untuk membawa kantong belanja sendiri.

Selain itu, pengelola pasar juga selalu memberikan imbauan kepada pedagang untuk tetap menjaga kebersihan pasar.

Di samping imbauan, juga disediakan pengelolaan sampah, bank sampah serta komposting di sekitar pasar sehingga sampah-sampah bisa tertangani dengan baik.

Berdasarkan perhitungan dari Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton.

Baca juga: KLHK sosialisasikan pengurangan kantong plastik di pasar tradisional
Baca juga: KLHK gelorakan pengurangan sampah kantong plastik

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar