Bulu Tangkis - Ronald/Annisa tundukkan ganda Prancis di China

Bulu Tangkis - Ronald/Annisa tundukkan ganda Prancis di China

Atlet ganda campuran Indonesia Ronald Alexander/Annisa Saufika menang atas pasangan Prancis Bastian Kersaudy/Lea Palermo 21-19, 11-21, 21-16 selama 51 menit dalam laga pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, China, Senin (30/07/2018). (Humas PBSI)

Jakarta (ANTARA News) - Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Ronald Alexander/Annisa Saufika menundukkan pasangan Prancis Bastian Kersaudy/Lea Palermo dalam pertandingan pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 yang berlangsung di Nanjing, China, Senin.

Ronald/Annisa, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 21-19, 11-21, 21-16 selama 51 menit pertandingan atas pasangan peringkat 42 itu.

"Pola permainan atlet-atlet Asia dan Eropa memang berbeda. Pemain Asia punya keunggulan teknik dan fisik yang sulit ditaklukkan," kata Annisa.

Annisa mengatakan pemain-pemain Eropa punya keunggulan mental dan kepercayaan diri. "Kami harus menjaga fokus permainan saat menghadapi pemain-pemain Eropa karena mereka mampu mengembangkan permainan jika mendapatkan peluang," ujar Annisa.

Pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung pada Selasa (31/7), Ronald/Annisa akan menghadapi pasangan tuan rumah Wang Yilyu/Huang Dongping yang merupakan ganda unggulan dua dalam Kejuaraan Dunia 2018.

"Lawan lebih unggul secara peringkat. Kami semestinya dapat bermain tanpa beban. Kami sudah lebih siap dalam pertandingan putaran kedua karena sudah mengetahui pola permainan lawan," kata Ronald.

Meskipun telah mengetahui pola permainan lawan, Ronald mengaku akan kembali mempelajari permainan Wang/Huang dari video pertandingan mereka.

Selain Ronald/Annisa, Indonesia masih punya dua pasangan ganda campuran yang akan bertanding pada Selasa (31/7). Mereka adalah pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar