Penulis Laksmi Pamuntjak puas atas pemilihan pemain "Aruna dan Lidahnya"

Penulis Laksmi Pamuntjak puas atas pemilihan pemain "Aruna dan Lidahnya"

Penulis Laksmi Pamuntjak dalam peluncuran novel "Aruna dan Lidahnya" edisi sampul film di Jakarta, Jumat (3/8/2018) (ANTARA News/ Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA News) - Kebahagiaan penulis Laksmi Pamuntjak berlipat ganda ketika mengetahui deretan nama aktor ternama yang akan menghidupkan karyanya buku "Aruna dan Lidahnya" ke dalam versi layar lebar.

Aruna, pencinta makanan, diperankan Dian Sastrowardoyo, sementara temannya Bono si chef dihidupkan oleh Nicholas Saputra. Ada pula Oka Antara yang memerankan karakter Farish, pria kaku yang cuma menganggap makanan sebagai sesuatu untuk mengisi perut dan karakter Nadezhda, kritikus makanan ternama, dipercayakan pada Hannah Al Rashid. 

"Saya tidak bisa membayangkan ada ansambel seperti itu yang bisa melampaui semua yang saya inginkan di film ini," kata Laksmi di acara peluncuran novel "Aruna dan Lidahnya" edisi sampul film, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Aruna dan Lidahnya, perjalanan kuliner dan persahabatan

Setiap pemeran dinilainya sangat berhasil menghidupkan karakter dari novel yang pertama kali terbit pada 2014, sampai dia kadang salah memanggil Dian Sastrowardoyo dengan nama Aruna, atau memanggil Oka dengan sebutan Farish.

Wakil Indonesia di festival puisi Poetry Parnassus di London pada 2012 itu memilih untuk tidak terlibat terlalu banyak dalam penggarapan filmnya. Sebab, Laksmi berpendapat karya tulis dan adaptasi layar lebar merupakan karya yang berdiri sendiri-sendiri. 

Baca juga: "Amba" karya Laksmi Pamuntjak disorot dunia

Lagipula penulis "Amba" dan "The Jakarta Good Food Guide" itu sudah percaya dengan tim rumah produksi Palari Films beserta para kru akan bekerja dengan baik dalam mengadaptasi "Aruna dan Lidahnya".

Edwin, sutradara di balik film "Posesif" yang jadi produksi pertama Palari Films, sudah tertarik untuk mengadaptasi novel Laksmi sejak akhir 2014 ketika buku tersebut baru diterbitkan. 

Baca juga: Edwin sabet penghargaan sutradara terbaik FFI 2017

Di sisi lain, Laksmi juga merasa "klik" dengan Edwin yang punya wawasan pikiran serta referensi luas, dan yang tak kalah penting sutradara itu juga memang terobsesi dengan makanan.

Aktivitas dan kesibukan mereka yang segudang membuat rencana itu baru mulai terwujudkan tahun lalu.

Baca juga: Dian Sastro-Nicholas Saputra keluar dari bayang-bayang Cinta-Rangga

"Aruna dan Lidahnya" berkisah tentang Aruna Rai, perempuan lajang 35 tahun yang berprofesi sebagai ahli epidemiologi. Obsesinya terhadap makanan membawanya menjajal kekayaan kuliner lokal bersama kedua sahabatnya, chef Bono dan Nadezhda sang penulis.

Dalam perjalan mereka, makanan, politik, agama, sejarah lokal dan relaita sosial tak hanya bertautan dengan KKN dan misinformasi seputar politik kesehatan masyarakat, tapi juga cinta, persahabatan dan kisah mengharukan yang mempersatukan sekaligus merayakan perbedaan antarmanusia.

Film tersebut akan tayang mulai 27 September 2018, sementara novel "Aruna dan Lidahnya" edisi sampul film akan mulai dijual di toko buku mulai Senin (6/8) mendatang.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar