Patroli bersama cegah kebakaran hutan Way Kambas

Patroli bersama cegah kebakaran hutan Way Kambas

Gajah Way Kambas Hibur Warga Seorang bocah berinteraksi dengan gajah yang didatangkan dari Taman Nasional Way Kambas di Lapangan Kalpataru, Bandar Lampung, Lampung, Minggu (24/4/2016). Pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas sengaja mendatangkan binatang raksasa yang menjadi ikon Provinsi Lampung ke tengah warga lantaran banyak warga Lampung sendiri yang belum pernah ke taman nasional yang menjadi lokasi perawatan dan pelatihan gajah. (ANTARA FOTO/Tommy Saputra)

Sejak Januari hingga kini sudah terbakar 900 hektare hutan ilalang dari 23 titik kebakaran
Lampung Timur (ANTARA News) - Personel gabungan kepolisian dan polisi hutan melaksanakan patroli bersama untuk mencegah kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Provinsi Lampung, Jumat.

Kepala Balai TNWK Subakir menyatakan patroli bersama pencegahan kebakaran hutan dalam kawasan hutan TNWK ini diikuti oleh petugas Polhut TNWK, Wakapolda Lampung dan anggota kepolisian, Bupati Lampung Timur dan jajaran, Kapolres Lampung Timur dan anggota, Dandim Lampung Timur dan anggota, Kepala Desa Rantau Jaya Udik II, dan masyarakat sekitar TNWK.

"Usai patroli, seluruh anggota tim beristirahat dan makan siang di Camp ERU Tegal Yoso SPTN Wilayah II Bungur di TNWK," kata Subakir.

Dari patroli tersebut diperoleh fakta bahwa situasi aman terkendali dan tidak diketemukan kebakaran hutan Way Kambas yang merupakan habitat berbagai hewan termasuk yang dilindungi, seperti gajah.

Tim juga melaksanakan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kantor Resort Susukan Baru SPTN Wilayah I Way Kanan dalam kawasan TNWK.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula bakti sosial dan kesehatan oleh Polda Lampung berupa pembagian sembako untuk 150 warga miskin di sekitar kawasan TNWK dan pengobatan gratis dengan tenaga medis 18 orang dari Polda Lampung dan tiga orang dari Polres Lampung Timur.

Sebelumnya, seluas sekitar 900 hektare hutan ilalang di TNWK terbakar terhitung sejak Januari hingga Juli 2018.

"Sejak Januari hingga kini sudah terbakar 900 hektare hutan ilalang dari 23 titik kebakaran," kata Kepala Balai TNWK Subakir.

Namun Subakir memastikan areal hutan kayu Way Kambas itu tidak terbakar.

Pihaknya tengah intensif mengantisipasi dan meminimalkan terjadi kebakaran hutan dan lahan di Way Kambas yang dikhawatirkan asapnya akan mengganggu menjelang dan selama pelaksanaan Asian Games 2018.

Upaya yang dilakukan, pihaknya mencegah kebakaran hutan itu dengan menggelar patroli bersama Polri, TNI dan masyarakat.

Tim patroli ini sesegera mungkin mematikan api saat terjadi kebakaran dan mencegah aksi pembakaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Pada Senin (30/7), dilaksanakan patroli bersama Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro, Danramil Way Jepara, Danramil Sukadana dengan jajarannya di Resort Susukan Baru SPTN Wilayah I Way Kanan.

Hasilnya tidak ditemukan kebakaran hutan namun tim patroli menemukan 35 jerat satwa. "Patroli terus kami lakukan bersama Polri dan TNI dibantu masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran hutan," katanya lagi.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga 3 Agustus 2018 terdeteksi tiga titik api (hotspot) dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen, yaitu di Terbanggi Besar (Kabupaten Lampung Tengah), Menggala Timur (Kabupaten Tulangbawang) dan Negara Batin (Kabupaten Way Kanan).

Baca juga: Warga penyangga Taman Nasional Way Kambas dilatih tangani konflik gajah
Baca juga: Kirab obor di Lampung bakal diramaikan gajah Way Kambas

 

Pewarta: Budisantoso Budiman
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar