industri kecil sepatu kulit ini jangkau seluruh Indonesia berkat online

industri kecil sepatu kulit ini jangkau seluruh Indonesia berkat  online

Ilustrasi: Para pekerja sedang membuat sepatu wanita (ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

"Karyawan di bagian produksi kadang-kadang libur mendadak, ketika kami membutuhkan"
Magetan (ANTARA News) - Industri kecil skala rumahan yang memproduksi sepatu kulit, Praktis,  dari Magetan, Jawa Timur, berhasil menjangkau pemasaran hingga seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan belanja online.

Pemilik Praktis, Endik Pranoto, di Magetan, Jawa Timur, Senin, menuturkan industri rumahan yang didirikan ayahnya, (almarhum) Widyo Susanto, pada 1986 terus berkembang.

Dari memproduksi sepatu seorang diri, industri rumahan itu kini memiliki 28 orang pekerja. Sebanyak 20 orang bekerja di bagian produksi dan delapan orang di bagian pemasaran, termasuk menjaga toko.

Produksinya pun terus meningkat dan kini menembus  60 pasang sepatu/hari dengan harga antara Rp100 ribu -  Rp800 ribu/pasang.

"Mulai tahun 2012 kami mengembangkan pemasaran melalui sistem online, sehingga kami sudah menjangkau hampir seluruh daerah di Indonesia," kata Endik.

Dia menyebutkan sepatu yang ditawarkan melalui daring harganya lebih tinggi dari yang dijual di tokonya.

"Produk sepatu yang kami jual di toko sini harganya antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu/pasang. Kebanyakan jenis pantofel," katanya.

Pembeli yang datang langsung ke toko, kebanyakan konsumen lokal daerah Magetan dan sekitarnya. Sebagian lagi wisatawan yang berkunjung pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Mereka biasanya menginginkan harga murah.

"Sedangkan yang kami jual melalui online, kebanyakan sepatu gentlement, sepatu cowok model boot dan kasual. Harganya antara Rp400 ribu hingga Rp800 ribu/pasang," ucapnya.

Baca juga: Konsultan: persaingan perbelanjaan konvensional vs online menguat pada 2018

Endik Pranoto mengelola industri rumahan Praktis warisan ayahnya, bersama saudara-saudarnya dengan pembagian bidang pekerjaan. Meliputi produksi, pemasaran, dan desain.

Menurut dia, sepatu produksinya menggunakan bahan baku kulit sapi pilihan yang bisa didapat di Magetan.

"Soal bahan baku tidak ada masalah. Yang jadi kendala sebenarnya masalah SDM (Sumber Daya Manusia). Karyawan di bagian produksi kadang-kadang libur mendadak, ketika kami membutuhkan," katanya.

 

Pewarta: Louis Rika Stevani/Siswowidodo
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Inovatif dan Kreatif, kunci sukses Never Too Lavish

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar