counter

KLHK menangi praperadilan perkara perambahan Tesso Nillo

KLHK menangi praperadilan perkara perambahan Tesso Nillo

Perambahan Tesso Nilo Sebuah tenda milik perambah berada di tengah hutan yang rusak terlihat dari udara di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, Rabu (29/4).. Berdasarkan data WWF dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo, sekitar 60 ribu hektar dari total luas kawasan taman nasional, yang mencapai 83 ribu hektare, tidak lagi berupa hutan karena tingginya aksi perambahan yang mengalihfungsikan hutan menjadi kebun kelapa sawit dan permukiman. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

putusan pengadilan pidana ini nanti memberikan efek jera bagi pelaku dan juga pihak-pihak lain yang selama ini merambah kawasan hutan
Jakarta (ANTARA News) - Hakim tunggal dari PN Riau Ria Ayu Rosalin memutuskan menolak gugatan prapradilan pemohon Sukhdev Singh terhadap termohon yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kasus perambah kawasan Hutan Produksi Terbatas Tesso Nillo Pelalawan, Riau.

Setelah putusan itu, penyidik Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera tinggal menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Tinggi Riau, kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Edward Sembiring dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Rabu.

Edward mengapresiasi putusan hakim dan juga pihak yang telah mendukung proses sidang praperadilan dan berharap proses persidangan pidana dapat dilaksanakan secepatnya untuk memberikan kepastian, kemanfaatan dan keadilan hukum.

Sebelumnya Hakim Rosalin menyampaikan pokok putusan antara lain penetapan tersangka sudah memenuhi dua alat bukti, prosedur penyidikan sudah sesuai dengan prosedur, penetapan tersangka telah melalui gelar perkara berdasarkan bukti Pemohon, prosedur penyitaan sah dan tidak bertentangan dengan hukum.

Tuntutan praperadilan diajukan terhadap Termohon yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, cq. Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, cq. Direktur Penegakan Hukum Pidana, cq. Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, cq. Kepala Seksi Wilayah II Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, cq. Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Seksi Wilayah II Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: Perambahan Hutan Produksi Besar-Besaran di Mukomuko

Edward lebih lanjut mengatakan bahwa sebenarnya berkas perkara Sukhdev Singh tersangka perambah kawasan Hutan Produksi Terbatas Tesso Nillo Pelalawan telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Riau, Pekanbaru, tanggal 27 Juli 2018. Barang bukti yang diamankan yaitu satu alat berat jenis excavator merk Hitachi EX.200-5 warna oranye.

Pengungkapan kasus tersangka Sukhdev Singh diawali dengan operasi pengamanan hutan gabungan oleh SPORC Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Brimob Daerah Riau, TNI Korem 031 Wirabima pada 8 April 2017. Setelah memeriksa beberapa saksi dan menemukan alat bukti lainnya, penyelidikan ditingkatkan ke proses penyidikan pada 30 April 2018.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 92 Ayat 1 Huruf a dan atau Huruf b jo. Pasal 17 Ayat 2 Huruf a dan atau Huruf b Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun, plus denda paling sedikit Rp1,5 miliar dan paling banyak Rp5 miliar.

Semoga putusan pengadilan pidana ini nanti memberikan efek jera bagi pelaku dan juga pihak-pihak lain yang selama ini merambah kawasan hutan, khususnya di kawasan Hutan Produksi Terbatas Tesso Nillo Pelalawan, kata Edward Sembiring.

Pewarta: Virna Puspa S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar