Mitos seputar perawatan kulit anak ini ternyata salah

Mitos seputar perawatan kulit anak ini ternyata salah

Ilustrasi antiseptik (Shutterstock)

Sering mencuci tangan dan pengolesan minyak pada kulit anak yang lebih tipis dapat menimbulkan iritasi
Jakarta (ANTARA News) - Bagi Anda yang memiliki anak kecil, pasti sering mendengar anjuran seperti harus banyak menggunakan antiseptik, sering cuci tangan, atau memberikan krim pelindung kulit. Tapi tahukah Anda bahwa itu semua hanyalah mitos?

dr. Matahari Arsy, SpKK mengatakan bahwa pendapat yang menyebutkan hal di atas tidaklah tepat. Menurutnya, perawatan kulit dilakukan pada jika dibutuhkan saja.

"Penggunaan antiseptik kurang baik kalau digunakannya secara rutin. Baiknya hanya saat dibutuhkan saja. Kalau digunakan terus menerus justru akan membuat kulit anak lebih mudah iritasi," ujar dr. Matahari dalam seminar "Sewindu Bamed melayani: Skincare through decades of life Multi-approach and personalized" di Jakarta.

Mencuci tangan terlalu sering juga dapat merusak barier dari kulit. Mencuci tangan boleh, namun ketika setelah sang anak bermain tanah atau lumpur saja.

Baca juga: Jaga kesehatan anak mulai dari kebiasaan ini

Baca juga: Dewi Lestari buat kesan dokter gigi menyenangkan untuk anak


"Sering mencuci tangan dan pengolesan minyak pada kulit anak yang lebih tipis dapat menimbulkan iritasi," terang dr. Matahari.

Selain itu, baiknya Anda tidak memberikan bedak pada anak secara rutin. Apalagi jika penggunaannya di atas perut, rawan terhirup oleh anak.

"Penggunaan bedak bayi secara rutin, tidaklah tepat karena memiliki efek samping yang buruk pada bayi. Pemberian bedak yang berlebihan terutama area di atas perut, berbahaya jika terhirup. Sedangkan, pemberian sunscreen pada bayi di bawah 6 bulan lebih banyak efek samping dibandingkan dengan efek perlindungannya," tutup dr. Matahari.

Baca juga: Bermain di luar ruangan tingkatkan penglihatan anak

Baca juga: Berilah nutrisi yang cukup agar anak berkembang di periode emas

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Minim prokes, layanan kesehatan pengungsi Weiwerang dimaksimalkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar