Wajah keberagaman peringati hari kemerdekaan Indonesia di Vatikan

Wajah keberagaman peringati hari kemerdekaan Indonesia di Vatikan

Ilustrasi upacara pengibaran bendera Merah Putih. (ANTARA FOTO/Aditya Putra)

London (ANTARA News) - Wajah keragaman terpancar dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 Indonesia, yang diadakan Kedutaan Besar Indonesia di Vatikan dan Kedutaan Besar Indonesia di Roma, bertempat di halaman Kedutaan Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Jumat (17/8).

Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar Indonesia di Vatikan, Wanry Wabang, dalam keterangannya, Jumat, menyebutkan, upacara yang dihadiri sekitar 300 warga Indonesia di Italia itu dipimpin inspektur upacara Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci, Antonius Agus Sriyono.

Hadir pada kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Italia, Esti Andayani, beserta seluruh staf.

Dalam rangkaian upacara bendera sebagai pengibar bendera Merah Putih adalah para biarawati suster Katholik Indonesia yang sedang bertugas di Italia. Begitu pula lagu-lagu perjuangan dan cinta Tanah Air juga dibawakan koor dari suster-suster Kongregasi Katakese Bunda Hati Kudus, Roma.

Hadir dalam rangkaian upacara bendera mayarakat Indonesia dari berbagai latar belakang kesukuan dan agama yang berbeda yang saat ini bermukim di Italia.

Dalam sambutannya, Sriyono mengajak seluruh peserta untuk mendoakan saudara sebangsa yang terkena musibah gempa Bumi di Pulau Lombok.

Menyinggung capaian kinerja, baik Kedutaan Besar Indonesia di Vatikan dan Kedutaan Besar Indonesia di Roma, dalam satu tahun terakhir, dia menyebutkan, capaian yang diraih Kedutaan Besar Indonesia di Vatikan selama ini.

Itu antara lain peresmian Taman Borobudur di Museum Etnologi Vatikan, seminar internasional mengenai kelapa sawit, dialog antaragama diaspora di Eropa, serta perlindungan terhadap 1.446 biarawan/biarawati Katholik yang saat ini berada di Italia.

Sementara capaian yang diraih Kedutaan Besar Indonesia di Roma meliputi peningkatan perdagangan Indonesia-Italia sebesar 16,9 persen, jumlah wisawan Italia yang berkunjung ke Indonesia meningkat dari 79.424 (2016) menjadi 85.532 (2017) , serta jumlah mahasiwa Italia yang belajar di Indonesia semakin besar.

Sedangkan peningkatan kerja sama pertahanan tercermin dari penandatanganan kerja sama penggunaan peta laut buatan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL Italia.

Salah satu hal menarik yang disampaikan Sriyono adalah dalam berbagai kesempatan pemerintah Italia menyampaikan Pancasila layak dijadikan model pemersatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar