Jakarta (ANTARA News) - Setelah melalui segala keriuhan dan kesibukan yang mewarnai kompleks Istana Kepresidenan sepanjang hari terkait dengan perayaan ke-62 Kemerdekaan RI, yang jatuh pada Jumat, maka pada malam harinya suasananya tampak lebih santai. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku tuan rumah menjamu makan malam sejumlah tamu undangan dalam suatu acara khusus. Bertempat di halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan, dan di bawah pepohonan nan rindang dan bunga-bunga aneka warna, dihiasi lampu serta lampion yang serba merah dan putih, jamuan makan malam dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengenakan jas warna hitam didampingi Ibu Ani Yudhoyono yang mengenakan kebaya warna krem, dan Wapres Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Kalla yang secara bersamaan memasuki halaman tersebut menandai jamuan makan malam dimulai. "Berlayar Dalam Keragaman," mungkin merupakan tema yang tepat mewakili perasaan para tamu undangan yang terdiri atas para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Duta Besar negara sabahat, dan para pejabat lembaga tinggi negara, dan tamu undangan lainnya. Sekalipun lokasi makan malam sebagai penutup pesta kemerdekaan di Istana Presiden digelar puluhan kilometer dari laut lepas, namun penyelenggara telah menyulap halaman tengah yang menghubungkan Istana Merdeka dengan Istana Negara laiknya laut lepas. Dua buah replika kapal layar Phinisi, dan Dewa Rutji, setinggi lebih dua meter yang terletak di bagian ujung halaman tersebut, serta serangkaian lagu-lagu daerah yang dilantunkan oleh para artis pendukung acara mempertegas kesan tersebut. Sambil menikmati hidangan, para tamu mulai diajak menjejak Tanah Rencong, Nanggroe Aceh Darussalam, seiring dengan lantungan lagu Bungong Jeumpa dengan latar belakang tarian tradisional dari Serambi Mekah. Kemudian berturut-turut lagu-lagu dari Sumatera Barat, tarian Bali lengkap dengan lagu asal Pulau Dewata, serta lagu-lagu sejumlah daerah lain di Indonesia, juga menemani suasana yang berlangsung formal itu. Setelah menjelajahi Nusantara, para penyani yang beraksi di panggung yang terletak membelakangi Istana Negara itu pun melanjutkan acara hiburan dengan membawakan lagu-lagu populer dalam dan luar negeri. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, acara ramah-tamah itu juga dimeriahkan artis terkenal seperti Elfas Secoria, Ebiet G Ade, Dea Mirella, dan Rini pemenang Indonesian Idol. Tidak ketinggalan pula sejumlah mahasiswa peraih bea siswa budaya dari negara-negara sahabat seperti Thailand, Korea, Jepang, dan Filipina, secara fasih juga ikut menyumbangkan lagu berjudul Indonesiaku, atau "My Indonesia". Puncak acara ditandai dengan penampilan Elfa Singer yang membawa lagu lawas "Can`t Smile Without You," dan lagu andalan "Pesta", serta Ebiet G Ade yang menembangkan lagu Nyanyian Esok Hari, dan Elegi Rindu.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007