Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla beserta Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Mufidah Kalla menyaksikan Pawai Budaya Nusantara 2007 di halaman depan Istana Merdeka Jakarta, Minggu sore. Presiden dan Wapres yang mengenakan pakaian batik tiba di panggung kehormatan sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah mendengarkan laporan Ketua Panitia Pawai Budaya Nusantara 2007 Sapta Nirwanda, Presiden Yudhoyono melakukan pemukulan kentongan sebagai tanda dimulainya Pawai Budaya Nusantara 2007 dengan tema " Eksotika Indonesia". Kesenian Rampak Kentongan "Purba Mas" yang melibatkan 200 seniman mengawali dimulainya Pawai Budaya Nusantara. Mereka menampilkan gabungan seni tari, nyanyi, dan musik tradisonal yang terdiri atas kentongan, angklung, beduk dan drumband. Selanjutnya pawai dimulai dengan penampilan dari Sulawesi Utara yang menampilkan kesenian khas mereka tepat ketika melewati panggung kehormatan yang ditempati Presiden dan Wapres Jusuf Kalla. Di depan panggung kehormatan utama itu, seluruh peserta menampilkan kesenian khas daerah masing-masing selama sekitar tiga menit. Pawai Budaya Nusantara 2007 yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-62 itu diikuti sekitar 2.800 orang peserta dari 30 provinsi. Dalam acara yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya itu, ditampilkan berbagai kesenian, musik dan tari tradisional Indonesia dari berbagai daerah. Berbagai kendaraan hias dengan beragam bentuk dari sejumlah provinsi juga ikut meramaikan pawai tersebut. Penampilan peserta dengan ragam seni dan budaya itu langsung di sambutan hangat tepuk tangan riuh penonton yang ada di sekitar panggung di Medan Jalan Merdeka Utara. Di panggung kehormatan, Presiden dan Wapres beserta Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Mufidah Kalla, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, serta para tamu undangan juga tampak antusias menyaksikan keragaman budaya Tanah Air itu. Pawai Budaya Nusantara itu menampilkan visualisasi tematis lima destinasi unggulan 2007 yaitu dari Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kesenian yang digelar berupa gabungan tari dan musik kolosal serta aneka permainan rakyat dan lain-lain. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007