Transportasi umum di Jakarta seperti bus Transjakarta dan kereta Commuter (KRL) masih belum signifikan penggunaannya
Jakarta (ANTARA News) - Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Steven Setiabudi Musa menilai perbaikan moda transportasi umum merupakan solusi mengurangi kemacetan selain menerapkan kebijakan ganjil-genap di Jakarta.

"Transportasi umum harus lebih baik, tapi saya yakin kalau Moda Raya Terpadu (MRT) dan Kereta Api Ringan (LRT) Jakarta sudah beroperasi pasti kemacetan akan lebih berkurang," ujarnya, di Jakarta, Selasa.

Steven melanjutkan transportasi umum di Jakarta seperti bus Transjakarta dan kereta Commuter (KRL) masih belum signifikan penggunaannya.

"Sampai sekarang transportasi umum kita belum signifikan karena kita masih mengandalkan Transjakarta dan KRL. Dengan transportasi umum yang layak dan representatif masyarakat pasti akan berbondong-bondong untuk menggunakannya," tambahnya.

Ia mengatakan bus Transjakarta kadang telat dan KRL di jam-jam tertantu sangat penuh atau mati listrik.

Namun, Steven menilai kebijakan ganjil-genap yang diperpanjang hingga Asian Paragames merupakan hal yang positif karena dinilai dapat mengurangi kemacetan.

"Ya positif, apalagi ada pengurangan, hanya saja Sabtu-Minggu jangan diberlakukan. Kasihan juga warganya," katanya.

Steven melanjutkan Asian Paragames merupakan perhelatan Internasional yang perlu didukung sehingga masalah kemacetan harus tetap diperhatikan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan perpanjangan kebijakan ganjil genap yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 92 Tahun 2018. Pergub tersebut berlaku mulai 3 September 2018 hingga 13 Oktober 2018 atau setelah Asian Para Games selesai.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengharapkan perluasan  sistem ganjil genap menjadi permanen sehingga masyarakat dapat menggunakan angkutan umum. 

Baca juga: Perluasan ganjil-genap, warga diajak beralih ke transportasi umum
Baca juga: Masyarakat diminta gunakan transportasi umum selama Asian Games
Baca juga: Pengamat: angkutan umum Bodetabek harus direvitalisasi

 

Pewarta: Tessa Qurrata Aini
Editor: M. Arifin Siga
Copyright © ANTARA 2018