Metropolitan

Polisi larang truk lewati jalur warga

Polisi larang truk lewati jalur warga

Sejumlah truk muatan pasir dirusak warga yang mengamuk akibat salah satu truk melindas seorang warga hingga tewas pada Selasa (11/9) (Istimewa)

Sudah dikomunikasikan, untuk sementara waktu truk jangan dulu lewat sambil menunggu kesepakatan armada dengan wilayah RW yang dilewati truk
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Pius Ponggeng melarang sementara waktu bagi truk bermuatan untuk  melintas jalur warga di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres.

"Sudah dikomunikasikan, untuk sementara waktu truk jangan dulu lewat sambil menunggu kesepakatan armada dengan wilayah RW yang dilewati truk," ujar Pius di Jakarta, Rabu.

Pius menyebutkan, sejumlah truk yang dirusak oleh warga setelah kecelakaan lalu lintas pada Senin, yang melibatkan sopir truk dan seorang pengendara sepeda motor,  belum memasuki kawasan ramai warga, melainkan baru keluar dari tol ring road Cengkareng.

"Sebenarnya ini (truk) baru turun dari tol. Jadi belum masuk ke wilayah yang dinyatakan tidak boleh. Truk yang melintas setelahnya kebetulan sama, dikira warga semuanya adalah truk muatan tanah," jelas dia.

Mengenai waktu operasional truk, Polsek Kalideres dengan perusahaan armada truk telah melakukan mediasi.

"Mereka sudah dikomunikasikan, jadi mereka ikuti proses dulu," tambahnya.

Sementara itu untuk mencegah warga melakukan aksi serupa, Pius telah mengerahkan beberapa anggotanya untuk melakukan pengawasan.

"Keinginan warga cuma satu, jam operasional dibatasi, dan ini sangat rasional. Kalau siang bikin macet, sehingga banyak masalah timbul," tandasnya.

Baca juga: Truk muatan pasir rusak diamuk warga Kalideres
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar