Proyeksi Bank Dunia tentang ekonomi RI dongkrak penguatan IHSG

Proyeksi Bank Dunia tentang ekonomi RI dongkrak penguatan IHSG

Ilustrasi: Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"...saham di kawasan Asia bergerak naik dan membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan"
Jakarta (ANTARA News) -  Proyeksi Bank Dunia tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia mendongkrak penguatan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, yang dibuka naik sebesar 25,23 poin.

IHSG menguat 25,23 poin atau 0,43 persen menjadi 5.956,49 juga seiring dengan penguatan bursa saham di Asia . Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 6,26 poin atau 0,67 persen menjadi 944,90.

"Kendati dibayangi ketidakpastian perang dagang, nampaknya investor untuk sementara tidak begitu mempedulikan konflik itu, saham di kawasan Asia bergerak naik dan membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan investor asing yang mulai kembali masuk ke pasar saham domestik menyusul proyeksi Bank Dunia yang bullish terhadap pertumbuhan Indonesia menambah dorongan bagi IHSG untuk bergerak di area positif.

"Proyeksi Bank Dunia terhadap pertumbuhan Indonesia sebesar 5,2 persen yoy (year on year) pada 2018 dan tahun depan, berlanjut 5,3 persen pada 2020 di tengah berbagai gejolak global," paparnya.

Bank Dunia, lanjut dia, menilai pertumbuhan Indonesia ditopang oleh inflasi yang stabil, investasi yang kuat, serta pasar tenaga kerja yang juga kuat.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 134,04 poin (0,57 persen) ke 23.808,97, indeks Hang Seng menguat 160,77 poin (0,59 persen) ke 27.638,44, dan indeks Strait Times menguat 21,94 poin (0,69 persen) ke posisi 3.202,37.

Baca juga: IHSG dibuka naik 25,23 poin

Baca juga: Sentimen global Asia topang penguatan IHSG

Baca juga: Wall street menguat ditopang data terbaru ekonomi AS

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar