counter

Wall street menguat ditopang data terbaru ekonomi AS

Wall street menguat ditopang data terbaru ekonomi AS

Wall Street (Reuters)

Pasar menanggapi sengketa perdagangan yang sedang berlangsung dengan tenang
New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru Amerika Serikat serta ditopang berkurangnya kekhawatiran atas perang dagang.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 251,22 poin atau 0,95 persen, menjadi berakhir di 26.656,98 poin.

Indeks S&P 500 meningkat 22,80 poin atau 0,78 persen, menjadi ditutup di 2.930,75.

Indeks Komposit Nasdaq bertambah 78,19 poin atau 0,98 persen, menjadi berakhir di 8.028,23 poin.

Saham-saham industri yang sensitif terhadap perdagangan mendorong Dow mencapai rekor tertinggi pertamanya sejak Januari, dengan Caterpillar dan Intel di antara saham berkinerja terbaik. Saham kedua perusahaan itu naik lebih dari dua persen pada penutupan.

Sektor teknologi, bahan pokok konsumen, dan material, memimpin kenaikan dari 11 sektor utama S&P 500. Indeks teknologi Nasdaq berbalik naik setelah sesi negatif sebelumnya.

Ketiga indeks utama AS ditutup lebih tinggi, juga karena kekhawatiran perdagangan mereda. Perusahaan teknologi memimpin Nasdaq lebih tinggi, bersama dengan S&P 500, yang juga mencapai level penutupan baru.

Pasar menanggapi sengketa perdagangan yang sedang berlangsung dengan tenang, dan pasar lebih lanjut didukung oleh indeks dolar AS yang jatuh ke angka terendahnya dalam lebih dari sepuluh minggu. Dolar yang lebih lemah mendukung ekspor AS.

Pada data ekonomi, dalam pekan yang berakhir 15 September, klaim pengangguran awal AS mencapai 201.000, turun sebesar 3.000 dari tingkat yang tidak direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Kamis (20/9).

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 205.750, turun 2.250 dari rata-rata yang tidak direvisi pekan sebelumnya.

Sementara total penjualan existing-home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales/rumah bekas) di AS tetap tidak berubah pada Agustus dari Juli, menurut laporan bulanan terbaru National Association of Realtors. Data tersebut meleset dari perkiraan pasar.

?Sementara itu, Indeks Ekonomi Utama dari The Conference Board untuk AS meningkat 0,4 persen menjadi 111,2 pada Agustus, menyusul kenaikan 0,7 persen pada Juli. Demikian laporan yang dikutip Antaranews dari Xinhua.

Baca juga: Saham Carrefour rontok meski Bursa Perancis menguat 57,85 poin

Baca juga: Saham Burberry rontok, Bursa Inggris ditutup naik 36,20 poin

Baca juga: Sentimen global Asia topang penguatan IHSG

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar