Api di Gunung Sumbing sudah padam

Api di Gunung Sumbing sudah padam

Arsip - Asap mengepul dari kebakaran hutan Gunung Sumbing, terlihat dari Desa Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018). Ratusan hektar hutan di Gunung Sumbing yaitu di petak 20 Resor Pemangku Hutan (RPH) Kecepit terbakar sejak Senin (10/9) sore. Kencangnya tiupan angin membuat api cepat menjalar ke bagian timur gunung. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/kye

Kami akan terus memantau sampai benar-benar padam total dan ini akan berjalan beberapa hari. Jangan sampai kita lengah.
Temanggung,  (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyatakan kebakaran hutan di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing yang terjadi hampir dua pekan telah padam 100 persen.

"Setelah kebakaran di Gunung Sindoro sudah padam beberapa hari lalu, kini api di Gunung Sumbing hari ini juga bisa dipadamkan," kata pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Jumat.

Menurut dia padamnya kebakaran tersebut tidak lepas dari peran berbagai pihak yang telah melakukan upaya pemadaman, baik secara manual oleh ratusan personel gabungan dibantu para relawan, maupun dengan metode pemadaman menggunakan helikopter Kamov milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia menuturkan akibat bencana tersebut, lahan yang terbakar secara keseluruhan di dua gunung itu mencapai 892,5 hektare dengan rincian untuk Gunung Sumbing mencapai 506,9 hektare, sedangkan Gunung Sindoro yakni 385,6 hektare.

Ia mengatakan terkait masalah kerugian material, berdasar penghitungan sampai saat ini, mencapai Rp133.860.000 dengan rincian Rp76.035.000 untuk Gunung Sumbing dan Rp57.825.00 untuk Gunung Sindoro.

"Kerugian tersebut karena api melahap kawasan hutan lindung yang tidak hanya berisi rumput ilalang saja, namun juga vegetasi pepohonan kayu keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi," katanya.

Ia mengatakan meskipun telah dinyatakan padam secara keseluruhan, pihaknya masih terus memberlakukan pemantauan berkala dengan menempatkan para petugas di masing-masing posko.

Ia mengatakan hal ini ditempuh guna mengantisipasi kemungkinan masih munculnya titik api baru, mengingat saat ini masih banyak ditemukan padang ilalang yang sangat kering di sekitar lokasi bekas kebakaran serta hembusan angin yang sangat kencang.

"Kami akan terus memantau sampai benar-benar padam total dan ini akan berjalan beberapa hari. Jangan sampai kita lengah karena sewaktu-waktu api bisa muncul kembali. Saat ini masih rentan terjadi kebakaran," katanya.*


 

Baca juga: Kebakaran hutan di gunung Sumbing meluas

Baca juga: Helikopter belum bisa lepaskan bom air di Sindoro dan Sumbing


 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar