965 kilogram randang untuk korban gempa Palu

965 kilogram randang untuk korban gempa Palu

Petugas memindahkan paket bantuan dari Presiden Joko Widodo untuk korban gempa dan tsunami Palu, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/10/2018). Presiden mengirim 1.500 paket bantuan berisi sembako dan makanan siap saji yang akan didistribusi ke beberapa titik, di antaranya Perumnas Balaroa, Pantai Talise, bandara dan tempat-tempat pengungsian. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Semua kita kumpulkan dulu. Dalam dua atau tiga hari ke depan kita kirimkan ke Palu
Padang (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat telah menerima 965 kilogram randang bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dalam dua hari terakhir.

"Hari ini mungkin lebih dari satu ton. Semua kita kumpulkan dulu. Dalam dua atau tiga hari ke depan kita kirimkan ke Palu," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman di Padang, Senin.

Randang yang merupakan kuliner khas Sumbar itu dipisahkan dalam bungkusan setengah kilogram dan dikemas dalam beberapa kardus agar mudah didistribusikan di daerah bencana.

Sebagian besar randang itu merupakan bantuan dari puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar yang secara spontan menyumbang sesuai kemampuan.

Tidak ada batasan yang diberikan namun minimal randang yang "disetor" OPD tersebut sekitar 20 kilogram.

Baca juga: Pengungsi di Palu butuh makanan

Erman mengatakan pengiriman bantuan itu nantinya mempergunakan pesawat komersil, karena itu harus menunggu bandara di Palu buka untuk kebutuhan itu.

Direncanakan bantuan itu akan diantarkan langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno atau Wakil Gubernur Nasrul Abit.

Sebelumnya Wakil Gubernur Nasrul Abit menyebut akan mengupayakan agar biaya pengiriman bisa ditanggung oleh Baznas Sumbar agar semua bantuan dari masyarakat Sumbar bisa didistribusikan ke lokasi bencana.

Selain randang Pemprov Sumbar juga akan mengirimkan bantuan berupa uang tunai dengan besaran Rp350 juta.

Salah seorang perantau Minang asal Payakumbuh Norma Imalia lewat group WA alumninya menyebut saat ini kondisi korban bencana masih memprihatinkan dan butuh makanan dan air bersih. BBM juga sulit didapat serta listrik masih padam.

Ia mengaku ingin pulang ke Padang tetapi pesawat komersil masih belum ada sementara untuk mengakses pesawat hercules TNI, antrean sangat panjang.

Iapun belum mengetahui nasib perantau Minang lain di provinsi itu. 

Baca juga: Kemensos minta pengawalan distribusikan bantuan

Baca juga: Kemensos buka tujuh dapur umum di Palu

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Donggala dan Tolitoli diguncang gempa 4 magnitudo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar