Cynthia Lamusu jelaskan alasan putranya pakai kaca mata

Cynthia Lamusu jelaskan alasan putranya pakai kaca mata

Cynthia Lamusu saat ditemui usai gala permier “Dear Nathan: Hello Salma” di Jakarta, Kamis (18/10). (ANTARA News/Anggarini Paramita)

Jakarta (ANTARA News) – Cynthia Lamusu tak dapat menyembunyikan lara hatinya saat bercerita mengenai kondisi buah hatinya, Artharba Bimasena Saputra (22 bulan) yang terpaksa harus mengenakan kacamata. 

“Aku melahirkan bayi kembarku di usia prematur. Bayi prematur itu berisiko terkena ROP (Retinopathy of Prematurity). Dan Bima terkena Retinopati Posterior Agresif Prematuritas atau AP-ROP yang tergolong langka. AP-ROP ini berisiko terhadap terjadinya kebutaan,” kata Cynthia saat ditemui usai gala permier “Dear Nathan:  Hello Salma” di Jakarta, Kamis (18/10).

Ibu kembar dari  Ataya Tatjana Aisyah Putri dan Atharva Bimasena Saputra itu bersyukur bahwa Bima mendapat penanganan AP-ROP segera dari dokter. 

“Waktu itu ada operasi kecil. Kalau saya itu lebih megang ke Bima. Kalau mas Surya lebih banyak konsultasi ke dokter. Pas periksa ke dokter, mata Bima dibuka, mas Surya nggak tega,” sambung Cynthia. 

Penyanyi kelahiran 1978 ini menjelaskan bahwa putranya mesti menggunakan kacamata. 

“Bima sudah empat bulan pakai kacamata dengan minus 7 dan 9. Kami melatih Bima memakai kacamata terus. Kalau copot, ya pasang lagi, begitu terus,” tutur Cynthia dengan mata berkaca-kaca.

Curahan hati Cynthia mengenai kronologis putra kembanya, Bima, ditumpahkannya dalam akun instagram @tatjanadanbima, yang diunggahnya beberapa hari lalu. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

" #BIMA kok Pakai Kacamata...? Itu Kacamata Gaya "an Aja Atau Kacamata Beneran..? " . . Semua Sudah Tau ya... Kalau @tatjanadanbima Terlahir Prematur di usia Kandungan saya baru 33 minggu (harusnya yg normal min 37 minggu ) Naaah.... bayi Prematur itu sangat Beresiko terkena ROP (Retinopathy of prematurity) >> Apa Itu ROP atau retinopati prematuritas....? Adalah gangguan mata yang berpotensi membutakan. Kondisi ini terutama terjadi pada bayi prematur dengan berat sekitar 1250 gram atau kurang, yang lahir sebelum minggu ke-31 kehamilan (jangka waktu kehamilan yang dianggap cukup bulan adalah 38-42 minggu). Semakin kecil bayi ketika lahir, semakin besar kemungkinannya untuk terkena ROP. Gangguan ini—yang biasanya mengenai kedua mata—adalah salah satu penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada usia dini dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan seumur hidup dan kebutaan.) . Bima dari Hasil screening Mata nya saat dia masih di Nicu dulu (screening dan Tindakan harus secepat cepatnya atau maksimal di bawah usia 2 bln) ternyata Kondisi Mata nya Terdiagnosa : AP ROP. >>>> Apa Itu AP ROP (Retinopati posterior agresif prematuritas (AP-ROP) adalah bentuk ROP yang parah dan langka yang ditandai dengan perkembangan cepat ke stadium lanjut dengan neovaskularisasi datar di zona 1 atau zona 2 . Sebelumnya, AP-ROP disebut sebagai ROP tipe II atau ROP tipe terburu-buru. Jenis penyakit mata ini memiliki karakteristik sebagai berikut:lokasi posterior lebih; perkembangan pesat, daripada melalui tahap klasik 1–5; dan prognosis buruk meskipun terapi dini. AP-ROP umumnya terjadi pada bayi prematur (usia kehamilan [GA] <28 minggu) dan BBLR (<1.000 g) . . (Cerita FlashBack yaa...) Pada saat Itu solusi nya Bima langsung di berikan Tindakan Khusus dari Dokter Ahli Mata yang Menangani nya (karena harus secepatnya kalau ga bisa terjadi Kebutaan) . Alhamdulillah.... Hasil Dari Tindakan nya Itu berhasil. Ada reaksi Baik dari Mata Bima. Jadinya Bima terhindar dari Kebutaan. Tapi Efek samping nya adalah Dia Harus memakai Kacamata. Mulai pakai kaca mata di usia 18 bln. . Gimana Tapi Bima tetap Ganteng kan Om tante pakai Kacamata? Doain Bima sehat Terus ya... . #BimadanKacamata

A post shared by TatjanadanBima Official (@tatjanadanbima) on


 

Pewarta: Anggarini Paramita
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar