Bulu tangkis

Piala Yuni Kartika berlabuh di Kudus

Piala Yuni Kartika berlabuh di Kudus

Yuni Kartika (biru tengah) memberikan Piala Yuni Kartika kepada perwakilan tim putri PB Djarum yang sukses menjadi juara Blibli.com Superliga 2018 kategori U-17 di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu. (Antara/Bayu Kuncahyo)

Magelang (ANTARA News) - Piala Yuni Kartika yang merupakan tropi supremasi tertinggi pada kejuaraan bulu tangkis Blibli.com Superliga Junior 2018 kategori U-17 putri berlabuh di Kudus setelah di partai final PB Djarum mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta, 3-1.

Bertanding di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, tim putri PB Djarum mengawali perlombaan kurang bagus karena tunggal pertama Nurani Ratu Azzahra harus menyerah dari pemain Jaya Raya, Stephanie Widjaja dengan skor 22-20, 19-21 dan 13-21.

Tak ingin malu di kejuaraan yang menggunakan format Uber Cup ini, PB Djarum langsung tancap gas melalui pemain gandanya, Berliona Alam Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil yang sukses menundukkan pasangan Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia dengan skor 21-15 dan 21-15.

Aisha Galuh Maheswari yang kali ini diturunkan ditunggal kedua ternyata mampu bermain apik jika dibandingkan pada babak semifinal. Pemain berusia 16 tahun ini mampu menang dua gim langsung 21-14 dan 21-19 atas Tasya Farahnailan dan membuat PB Djarum berbalik unggul 2-1.

Berada di atas angin, pasangan PB Djarum Khusnul Khatimah/Sinta Dewi Yuliani berusaha cepat-cepat menyelesaikan permainan. Namun sang lawan Maria Devanya/Mayang Permata ternyata terus memberikan perlawanan sengit. Meski menang, pasangan PB Djarum ini butuh tiga gim untuk memengkan pertandingan dengan skor 21-19, 18-21 dan 21-17.

Dengan kemenangan pasangan Khusnul Khatimah/Sinta Dewi Yuliani, PB Djarum berhak membawa pulang Piala Yuni Kartika setelah unggul 3-1. Kemenangan ini dinilai cukup berharga karena untuk pertama kalinya PB Djarum menjadi juara untuk kategori tim U-17.

"Tim yang turun di sini memiliki materi yang sama. Mereka terus mengikuti kejuaraan, begitu juga dengan kami. Jadi kesimpulannya siapa yang cepat maju itu yang menang," kata manajer PB Djarum, Fung Permadi usai pertandingan.

Meski menang, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi pada semua pemain mengingat pemain yang diturunkan di Superliga ini disiapkan untuk mengikuti beberapa kejuaraan internasional yang telah ditetapkan.

Mampu menjadi juara disambut dengan gembira oleh pemain termasuk pasangan penentu kemenangan PB Djarum, Khusnul Khatimah/Sinta Dewi Yuliani. Menurut Khusnul, ini prestasi terbaik untuk kejuaraan tim. Apalagi Superliga 2018 adalah pertama kali diikutinya.

"Senang banget. Baru pertama kali turun langsung juara. Apalagi menjadi pemain penentu. Jadi senengnya dobel," kata Khusnul Khatimah dengan tersenyum.

Sementara itu pelatih ganda PB Djarum Ade Lukas mengaku bangga dengan kemampuan dua pasang anak asuhnya. Pada Superliga 2018 tampil cukup konsisten meski beberapa kali sempat kerepotan jika menghalau serangan cepat lawan.

"Dua pemain dobel yang kami turunkan kemampuannya sama. Begitu juga dengan lawan. Kuncinya siapa yang lebih berani saja itu yang bisa," kata Ade.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar