Tangerang (ANTARA News) - Empat pelaku teror bom membajak sebuah Pesawat Garuda Indonesia Airline (GIA) dalam latihan simulasi penanganan pengamanan terorisme di Bandara Bandara Soekarno Hatta (BSH), Tangerang, Selasa. "Simulasi tersebut guna memperdalam teknis penanganan pengamanan di setiap bandara," kata Kapolres Khusus BSH, AKBP Guntur Susetyo, di Tangerang, Selasa. Guntur mengatakan, simulasi pengamanan teroris tersebut tidak disosialisasikan kepada penumpang pesawat, guna mendapatkan situasi seperti yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan skenario simulasi, pembajakan tersebut terhadap sebuah pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 479 yang akan terbang (boarding) dengan jumlah penumpang sekitar 44 orang. Selain itu, pelaku teror asal Indonesia tersebut sudah meletakkan sebuah bom di suatu tempat di Terminal 2F dan siap untuk diledakkan dalam jangka satu jam, jika tuntutan pelaku tidak dipenuhi. Pelaku teror menuntut uang tebusan sebesar satu juta dollar AS dan meminta pihak kepolisian membebaskan sejumlah teman pelaku teror yang ditahan di Polda Metro Jaya. Jika tidak dipenuhi bom akan diledakkan dan melukai seluruh menumpang yang disandera di pesawat. Admintrator Bandara yang menerima laporan pembajakan tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Khusus Bandara dan PT Angkasa Pura (AP)II dan membentuk tim negosiator untuk bisa berkomunikasi dengan pelaku penyanderaan. Karena batas waktu tuntutannya lebih dari satu jam, pelaku teror melukai satu penumpang dengan tembakan, sehingga korban langsung dibebaskan pihak teroris dan langsung dibawa ke rumah sakit. Saat negosiasi, awalnya pelaku membebaskan tiga penumpang pesawat dan pihak kepolisian pun berjanji akan memenuhi tuntutan pelaku teror, menyiapkan uang sebesar satu juta dolar AS dan membebaskan kawanan pelaku teror yang ditahan dengan menggunakan helikopter. Saat akan menyerahkan tahanan, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror dan Tim Gegana melakukan penyusupan ke pesawat, puluhan pasukan tersebut menyergap dan mengendap dari belakang pesawat melalui pintu depan, tengah dan belakang pesawat. Akhirnya, petugas keamanan masuk ke pintu pesawat dan berhasil melumpuhkan kawanan teroris, tiga pelaku tewas serta satu orang luka parah setelah ditembak petugas di tempat. Sementara dari pihak aparat dua orang cedera dan seluruh penumpang selamat. Dikatakan Guntur, aparat yang dikerahkan sebanyak 213 orang pada simulasi penanganan teroris yang terdiri dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Khusus BSH serta tim keamanan bandara.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007