counter

Pemerintah sudah salurkan Rp35,7 triliun bantuan pendidikan PIP

Pemerintah sudah salurkan Rp35,7 triliun bantuan pendidikan PIP

Arsip Foto. Siswa menunjukan Kartu Indonesia Pintar usai penyerahan Kartu Indonesia Pintar dan Program Keluarga Harapan oleh Presiden Joko Widodo di Gor Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/3/2018). Penerima Kartu Indonesia Pintar di wilayah Jawa Timur sebanyak 2,19 juta siswa dan penerima Program Keluarga Harapan di Jawa Timur sebanyak 1,76 juta keluarga. (ANTARA/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah sudah menyalurkan total Rp35,7 triliun dana bantuan pendidikan lewat Program Indonesia Pintar (PIP) guna meningkatkan akses terhadap pendidikan, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar atau PIP telah memperluas akses pada pendidikan dan membantu anak-anak terus mendapatkan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Total anggaran yang telah kita salurkan sebesar 35,7 triliun," katanya dalam jumpa pers mengenai capaian 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa.
   
 Dalam dua tahun terakhir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan fokus pada mekanisme penyaluran dana PIP.
    
"Sebanyak 70 persen penerima PIP telah menggunakan kartu PIP model baru yang juga berfungsi sebagai ATM. Sehingga peserta didik bisa mengambil uangnya setiap saat. Dan bisa mengambil sesuai kebutuhan," kata Muhadjir.

Guna memudahkan penerima PIP mendapatkan manfaat bantuan pendidikan, kementerian telah bekerja sama dengan bank-bank penyalur agar memfasilitasi koperasi sekolah dengan Layanan Keuangan Tanpa Kantor atau Laku Pandai.

Muhadjir menjelaskan pula bahwa dalam dua tahun terakhir jumlah anak yang putus sekolah di jenjang pendidikan dasar berkurang signifikan dari 60.066 pada 2015/2016 menjadi 32.127 pada 2017/2018.

Sementara Rata-rata Lama Sekolah meningkat dari 7,73 tahun pada 2014 menjadi 8,10 tahun pada 2017; dan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat dari 12,39 tahun (2014) menjadi 12,85 tahun (2017).
    
Di samping itu, data pokok pendidikan mencatat peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah dari 74,26 persen pada 2014 menjadi 82,84 persen pada 2017 dan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan menengah meningkat dari 59,35 persen pada 2014 menjadi 60,37 persen pada 2017.
     
Pemerintah juga mencatat ada 1.407.433 peserta didik lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 1.300.521 peserta didik lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca juga:
Pemerintah anggarkan Rp487,9 triliun untuk pendidikan
Program Indonesia Pintar turunkan angka putus sekolah

 

Pewarta: Indriani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar