Pengusaha Suriah jajaki bisnis di Indonesia

Pengusaha Suriah jajaki bisnis di Indonesia

Pengusaha Suriah mengikuti Indonesia-Middle East Gathering on Economy (IMAGE) di Yogyakarta pada 22-23 Oktober 2018.  (Dokumentasi KBRI Suriah)

Acara tahunan ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kantor Perwakilan RI kawasan Timur Tengah dan Pemerintah Daerah Provinsi Yogyakarta
    Yogyakarta (ANTARA News) - Empat orang pengusaha Suriah mengikuti Indonesia-Middle East Gathering on Economy (IMAGE) di Yogyakarta pada 22-23 Oktober 2018 dalam upaya menjajaki kerja sama bisnis dengan pengusaha Indonesia. 

    Acara tahunan ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kantor Perwakilan RI kawasan Timur Tengah dan Pemerintah Daerah Provinsi Yogyakarta, demikian keterangan dari KBRI Damaskus yang diterima di Jakarta, Selasa.

    KBRI Damaskus turut berpartisipasi dan memfasilitasi kunjungan 47 pengusaha termasuk 4 pengusaha yg hadir di IMAGE untuk hadir pula dalam rangkaian kegiatan Trade Expo Indonesia ke-33 di ICE BSD, Tangerang, pada 24-28 Oktober 2018.

    IMAGE 2018 mengangkat tema potensi ekonomi dan investasi Yogyakarta. Hadir dalam pertemuan bisnis tersebut antara lain Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Kepala Dinas Perindag Yogyakarta, dan sejumlah Duta Besar RI dan Konsul Jenderal RI di kawasan Timur Tengah. 

    Selain pertemuan bisnis, acara juga diramaikan oleh beragam ruang pameran dari UMKM Yogyakarta dan pertunjukan pertunjukan busana muslimah desainer lokal.

    Kehadiran para pengusaha Suriah di IMAGE 2018 khususnya merupakan sinyal membaiknya kondisi politik dan ekonomi serta kembali menggeliatnya aktivitas ekonomi dan perdagangan di negara tersebut.    

 Dengan semangat itu, KBRI Damaskus berkomitmen untuk terus memacu peningkatan nilai perdagangan RI-Suriah antara lain melalui promosi dan mendorong kontak bisnis yg lebih intensif antara sektor bisnis kedua negara. 

    Nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 34,60 juta dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 34,59 juta dolar AS. 

    Sementara itu, pada periode Januari-Agustus 2018 nilai perdagangan kedua negara telah mencapai 25,78 juta dolar AS atau meningkat 22,21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Kunjungan ke IMAGE Yogyakarta kali ini dimanfaatkan para pengusaha Suriah untuk langsung menjalin komunikasi bisnis antara lain dengan perusahaan/pengerajin mebel, kopi, kacang mede dan alat-alat listrik. 

    Salah satu peserta asal Suriah Aiman Ibrahim menyatakan puas atas kunjungan ke Yogyakarta. 

    "Saya sangat kagum dengan apa yang dimiliki Yogyakarta... saya juga cukup puas, dan berminat untuk membeli produk-produk mebel kayu jati dan solid wood lainnya (seperti sonokeling) produksi pengerajin Yogyakarta," katanya.

    Dalam waktu dekat dirinya berencana untuk memesan mebel sebanyak 1 kontainer volume 40 feet sebagai penjajagan awal. 

    Para peserta pada umumnya sangat antusias melihat beragamnya produk unggulan Yogakarta. Selain peserta dari Suriah hadir pula peserta dari negara Timur Tengah lainnya seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, Saudi Arabia, dan Maroko.

Baca juga: KBRI Damaskus terus beroperasi untuk perlindungan WNI
Baca juga: Pekan Film jadi bukti nyata Indonesia sahabat sejati Suriah

 

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar