counter

ASEAN diajak gabung di platform Indonesiana

ASEAN diajak gabung di platform Indonesiana

Para kepala delegasi ASEAN berfoto bersama dalam peresmian Yogyakarta sebagai Kota Kebudayaan ASEAN di Yogyakarta, Rabu (24/10/2018). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Yogyakarta (Antara) - Pemerintah Indonesia mengajak negara-negara anggota ASEAN lain dan tiga partner dialog, yakni China, Jepang dan Korea Selatan untuk bergabung dalam platform Indonesiana untuk mengembangkan ekosistem kebudayaan.

"Secara khusus Indonesia mengusulkan kepada ASEAN dan juga kepada tiga partner dialog yaitu China, Korea dan Jepang untuk berpartisipasi dalam platform Indonesiana," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid terkait pertemuan para menteri ASEAN untuk urusan kebudayaan dan kesenian (ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts/AMCA) ke-8 di Yogyakarta, Rabu.

Hilmar menuturkan platform Indonesiana merupakan satu prakarsa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk memperkuat ekositem kebudayaan.

"Dan Indonesia di dalam kesempatan ini memanfaatkan dialog ini untuk memperkenalkan konsep itu dan mengajak dan sudah ada sambutan-sambutan positif, dan kita berharap dalam pelaksanaan tahun 2019 nanti akan ada kerja sama dari negara-negara anggota ASEAN dan tiga partner dialog tadi," ujarnya.

Indonesia selama dua tahun ke depan terpilih sebagai pemimpin dalam pertemuan di tingkat menteri dan di tingkat pejabat senior di bidang kebudayaan dan kesenian ASEAN.

Pada 2018, sejumlah kegiatan dengan platform Indonesiana telah dilakukan di 26 kabupaten dan kota, salah satunya International Gamelan festival di Solo.

Dia mengatakan jika pihaknya telah memiliki daftar kegiatan kebudayaan pada 2019 yang ditawarkan kepada negara anggota ASEAN lain dan tiga partner dialog untuk mendukung kegiatan di bawah platform Indonesiana.

"Kita berharap dengan begitu arus pertukaran budaya semakin kuat melalui platform ini," ujarnya.

Di samping itu, pada pertemuan AMCA ke-8 itu, para menteri menyampaikan dukungan dan menegaskan komitmen untuk menerapkan Deklarasi ASEAN tentang Budaya Pencegahan untuk menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, tangguh, sehat dan harmonis yang ditandatangani para pemimpin ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-31 pada 13 November 2017 di Manila.

Dalam forum itu, para menteri saling bertukar pandangan mengenai peningkatan kerja sama dalam bidang kebudayaan dan seni untuk memperkuat identitas ASEAN. 

Para menteri kembali menyatakan bahwa ASEAN dengan keberagaman budaya dan tradisi yang kaya memegang peranan penting dalam upaya membangun Komunitas ASEAN yang terfokus pada individu dan berorientasi apda masyarakat.

Para Menteri mengadopsi penunjukan "Tahun Kebudayaan ASEAN 2019" yang diusulkan oleh Thailand untuk mempromosikan kebudayaan ASEAN secara internasional, dan mendorong pembangunan industri kreatif, wisata budaya, dan pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan.*

Baca juga: ASEAN dan tiga mitra sepakat tingkatkan kebudayaan

Baca juga: Yogyakarta ditetapkan sebagai kota kebudayaan ASEAN


 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar