Presiden sampaikan belasungkawa ke keluarga relawan penyelam

Presiden sampaikan belasungkawa ke keluarga relawan penyelam

Arsip Foto. Presiden Joko WIdodo (kanan) saat memberikan keterangan pers ketika mengunjungi posko evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/11/2018).(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga relawan penyelam Basarnas yang meninggal dunia pada Jumat (2/11) saat menjalankan tugas evakuasi menyusul jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Yang pertama saya mnyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya penyelam kita Pak Syachrul Anto. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata Presiden di Jakarta.

"Semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," ia melanjutkan.

Syachrul yang berusia 48 tahun merupakan bagian dari Komunitas Indonesia Diving Rescue Team (IDRT) dan telah mengantongi sertifikat penyelam profesional dari CSMAS-Possi.
   
"Beliau memegang peran dan kontribusi yang sangat besar dalam menemukan, baik black box, maupun menemukan komponen pesawat. Seperti kemarin saya sampaikan, ada 859 aparat relawan yang semuanya bersama-sama dalam rangka evakuasi atau mencari black box dan lain-lain yang sudah lima hari ini kita lakukan pagi siang malam," tambah Presiden.
   
Ia berharap tidak ada lagi penyelam yang meninggal di lapangan dalam proses evakuasi.

Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK LQP terakhir tertangkap radar di koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E pada Senin (29/10) pagi. Pesawat yang berangkat pukul 06.10 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta (Banten) menuju Pangkalpinang (Kepulauan Bangka Belitung) dengan 189 orang di dalamnya itu kemudian dinyatakan jatuh di perairan Kabupaten Karawang.

Baca juga:
Basarnas berduka atas meninggalnya penyelam Syachrul
Penyelam pencari pesawat JT 610 meninggal saat bertugas

 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar