"Ijo royo-royo" dengan trembesi di Tol Semarang-Batang

"Ijo royo-royo" dengan trembesi di Tol Semarang-Batang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (belakang) usai menanam pohon trembesi di area Jembatan Kali Kuto, yang berada di kawasan jalan tol Semarang–Batang, Jawa Tengah, Sabtu (3/11/2018). (ANTARA FOTO/HO-Humas DFTL)

Sejak penanaman hari ini, selanjutnya akan dipelihara dan dirawat selama tiga tahun ke depan, mudah-mudahan 10 tahun ke depan jalan tol Semarang-Batang membuat suasana lingkungan menjadi 'adem'
Batang, Jateng (ANTARA News) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa penanaman pohon trembesi di jalan tol Semarang-Batang dengan dukungan program Djarum Trees For Life (DTFL) akan menjadikan kawasan di daerah itu menjadi "ijo royo-royo" (hijau).

"Sejak penanaman hari ini, selanjutnya akan dipelihara dan dirawat selama tiga tahun ke depan, mudah-mudahan 10 tahun ke depan jalan tol Semarang-Batang membuat suasana lingkungan menjadi 'adem' (dingin)," katanya, Sabtu, usai bersama Vice President Djarum Foundation FX Supanji, dan Pimpinan Proyek PT Jasamarga Semarang-Batang Ir R Beni Dwi Septiadi menanam pohon trembesi yang dilakukan di area Jembatan Kali Kuto, yang akan menjadi ikon dari jalan tol Semarang – Batang, Jawa Tengah.

Menurut gubernur, gerakan penghijauan pohon trembesi (Albizia saman) atau dikenal juga dengan nama "Samanea saman" itu, sesuai komitmen program DFTL, akan dipelihara selama tiga tahun hingga kemudian bisa dilepas.

"Tentu saja kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan melalui program penanaman trembesi ini sehingga ke depan akan terus memperbaiki lingkungan, khususnya di kawasan jalan tol ini," kata Ganjar Pranowo.

Menurut FX Supanji, proses penanaman 10 ribu trembesi yang terbentang sepanjang 75 kilometer itu akan dilakukan setelah pembangunan tol Semarang- Batang rampung dikerjakan. 

Hingga saat ini, pembangunan sudah mencapai 80 persen dan diproyeksikan akan dibuka secara fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru Desember mendatang.

Ia mengatakan  inisiatif penanaman trembesi itu merupakan upaya nyata Djarum Foundation yang bekerja sama dengan Jasa Marga Semarang - Batang untuk melestarikan dan menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. 

"Jalan tol merupakan jalur vital transportasi orang dan barang yang sangat perlu dilakukan penghijauan demi memberikan kesejukan dan juga mengurangi dampak CO2 dan perubahan iklim,” katanya di sela- sela prosesi penanaman.

Selain ruas tol Semarang – Batang, kata dia, pada 2018 ini program DTFL Djarum Foundation juga akan melakukan penanaman trembesi pada ruas tol lainnya seperti jalur Surabaya- Mojokerto, jalur Gempol - Pasuruan dan Kertosono- Ngawi, semuanya di Jawa Timur.

Supanji menambahkan bahwa pemilihant trembesi tidak lepas dari efektivitas pohon berjuluk "Ki Hujan" atau "Rain Tree" ini yang sangat unggul dalam menyerap gas CO2.
 
Satu pohon dewasa, katanya, mampu menyerap 28,5 ton CO2 per tahun, dan bentuk pohon seperti kanopi atau payung raksasa ini juga bisa menurunkan suhu udara hingga 4 derajat Celcius di bawah kerindangannya.

Pakar kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Endes N Dahlan menyatakan pohon trembesi merupakan suatu terobosan mengatasi pemanasan global karena memiliki daya serap gas CO2 yang sangat tinggi. 

Menurut dia, dengan diameter tajuk sepanjang 15 meter, satu batang pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton gas CO2 setiap tahunnya.

Endes N Dahlan telah meriset 43 pohon yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan, dan hasilnya menunjukkan trembesi terbukti paling banyak menyerap karbondioksida dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat.

Baca juga: Melanie Subono tanam trembesi di halaman kantor Walhi
Baca juga: Ruas tol Gempol-Pasuruan Seksi II ditanami pohon trembesi

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar